Pemkot Palembang Perkuat Penataan BKB Berbasis Heritage

  • 05 Mei 2026 09:43 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemkot Palembang menyiapkan penataan BKB sebagai ruang publik berbasis heritage
  • Kolaborasi dengan TNI dilakukan untuk membuka akses kawasan secara bertahap
  • Kawasan BKB diarahkan menjadi destinasi wisata sekaligus ruang edukasi sejarah

RRI.CO.ID, Palembang - Penataan kawasan Benteng Kuto Besak menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Palembang dalam memperkuat identitas kota. Kawasan bersejarah tersebut diarahkan menjadi ruang publik terbuka yang edukatif dan berdaya tarik wisata.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat menerima audiensi jajaran Kodam II/Sriwijaya. Pertemuan berlangsung di Kantor Wali Kota atau Kantor Ledeng, Senin, 4 Mei 2026.

Audiensi dihadiri Asisten Perencanaan Kodam II Sriwijaya Mustamin bersama jajaran terkait. Pertemuan membahas pemanfaatan kawasan benteng secara terpadu.

Ratu Dewa menegaskan pemerintah kota membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Penataan kawasan dilakukan dengan tetap mengedepankan pelestarian nilai sejarah.

Menurutnya, akses kawasan akan dibuka secara bertahap dengan pengaturan yang jelas. “Akses akan dibuka, namun tetap dalam batasan untuk menjaga nilai heritage,” ujarnya.

Ia menjelaskan kawasan BKB tidak hanya difungsikan sebagai ruang rekreasi. Kawasan tersebut juga akan dikembangkan sebagai ruang edukasi sejarah bagi masyarakat.

Pengunjung nantinya dapat menikmati fasilitas publik sekaligus memahami jejak historis Palembang. Kawasan ini diharapkan menjadi destinasi wisata unggulan berbasis budaya.

Selain itu, pemerintah membuka peluang pengembangan fasilitas pendukung. Salah satu rencana yang dikaji adalah penyediaan fasilitas layanan kesehatan.

Ratu Dewa menyebut Tim Anggaran Pemerintah Daerah telah diminta melakukan kajian. Pengembangan kawasan diharapkan berjalan terarah dan berkelanjutan.

Ia mendorong inovasi dalam penataan kawasan agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Kawasan ini harus menjadi ikon kebanggaan kota,” tuturnya.

Sementara itu, Asrendam II Sriwijaya Mustamin menyampaikan pertemuan tersebut memuat tiga agenda utama. Agenda meliputi penguatan sinergi, keterbukaan kerja sama, dan pembahasan fasilitas pendukung.

Menurut Mustamin, Pangdam II Sriwijaya membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah daerah. Namun, pengelolaan kawasan tetap harus memperhatikan aturan militer.

Ia menegaskan kawasan benteng memiliki karakter strategis yang memerlukan pengaturan khusus. “Sebagai kawasan militer, tentu ada aturan yang harus disepakati bersama,” ujarnya.

Ke depan, sejumlah area benteng berpotensi dibuka secara bertahap untuk publik. Pengelolaan kawasan tetap mengutamakan keamanan dan pelestarian cagar budaya.

Sinergi antara pemerintah daerah dan TNI diharapkan memperkuat penataan kawasan BKB. Kawasan tersebut diarahkan menjadi simbol identitas sekaligus destinasi wisata unggulan Palembang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....