Baso Pelembang dalam Pendidikan Dorong Pelestarian Bahasa Daerah
- 05 Mei 2026 09:46 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Penurunan penggunaan Baso Pelembang di kalangan generasi muda mendorong langkah strategis pemerintah daerah. Pelestarian bahasa dinilai penting untuk menjaga identitas budaya lokal.
Pemerintah Kota Palembang memperkuat pembelajaran bahasa daerah di tingkat SD dan SMP. Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027.
Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keberlangsungan Baso Pelembang Alus dan Baso Pelembang Sari-sari. Kedua ragam bahasa tersebut mulai mengalami penurunan jumlah penutur.
Baso Pelembang Alus digunakan dalam konteks formal dan lingkungan budaya tertentu. Sementara Baso Pelembang sari-sari digunakan dalam komunikasi sehari-hari masyarakat.
Guru bahasa daerah SD Pusri, Firdaus Ramdhoni, mengungkapkan tantangan dalam pengajaran bahasa daerah. Ia menilai metode penyampaian perlu disesuaikan dengan kemampuan siswa.
Menurut Firdaus, pelafalan menjadi kendala yang sering dihadapi peserta didik. “Ada beberapa pelafalan yang cukup sulit dipahami oleh siswa,” ujarnya dalam Dialog Indonesia Layak Anak, Minggu, 3 Mei 2026.
Guru bahasa daerah lainnya, Patia Risky, menyebut pengajaran bahasa daerah membutuhkan adaptasi. Ia menilai latar belakang pendidikan menjadi tantangan awal dalam mengajar.
Data Balai Bahasa tahun 2025 menunjukkan penggunaan bahasa daerah masih terbatas. Hanya 38 persen remaja Palembang yang aktif menggunakan bahasa daerah.
Pemerintah mendorong kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam pelestarian bahasa. Upaya ini diharapkan menjaga keberlangsungan Baso Pelembang sebagai identitas budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....