Gen LIMAS Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Sumsel

  • 24 Apr 2026 06:10 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Literasi keuangan di kalangan generasi muda masih menjadi tantangan di Sumatera Selatan. Kondisi itu mendorong Gen LIMAS memperluas edukasi keuangan melalui pendekatan langsung dan digital.

Upaya tersebut dibahas dalam Program Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang pada Kamis, 23 April 2026. Gen LIMAS menargetkan generasi zilenial sebagai fokus utama program edukasi.

Direktur Hubungan Eksternal Gen LIMAS, Naura Keisya, menjelaskan organisasi itu diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Selatan sejak 2023. Kehadirannya bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan.

Naura menyebut Gen LIMAS menjalankan edukasi, publikasi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Program tersebut telah diwujudkan melalui puluhan kegiatan di berbagai wilayah.

“Kami melakukan edukasi, publikasi, dan pemberdayaan ke masyarakat, dengan total 40 program kegiatan yang telah dilakukan,” ujarnya. Program tersebut dijalankan secara bertahap melalui berbagai pendekatan edukatif.

Kegiatan dilakukan di sekolah, komunitas, hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Gen LIMAS mencatat sekitar 7.000 masyarakat telah dijangkau melalui berbagai program.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, tingkat inklusi keuangan masih lebih tinggi dibanding literasi. Kondisi itu menjadi fokus utama Gen LIMAS dalam memperkuat pemahaman masyarakat.

“Kami ingin menyeimbangkan literasi dan inklusi keuangan, karena generasi muda dinilai memiliki peran besar dalam perubahan tersebut,” ujarnya. Fokus itu diarahkan agar pemahaman finansial tumbuh seiring akses layanan keuangan.

Staf Hubungan Masyarakat Gen LIMAS, Aisyah Salsabila, mengatakan edukasi dilakukan melalui seminar dan kunjungan langsung. Program seperti Gencar, Genset, dan Gen LIMAS Visit rutin dijalankan.

“Kami turun langsung memberikan edukasi ke masyarakat,” ujarnya. Pendekatan tersebut dilakukan agar materi lebih mudah dipahami peserta.

Program tersebut menyasar pelajar hingga komunitas umum di berbagai daerah. Pendekatan langsung dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran pengelolaan keuangan.

Aisyah menilai perilaku konsumtif masih menjadi tantangan utama generasi muda. Banyak anak muda belum mampu membedakan kebutuhan dan keinginan dalam pengeluaran.

Kebiasaan tersebut berisiko memicu masalah finansial pada usia produktif. Edukasi literasi keuangan dinilai penting agar generasi muda lebih siap mengelola pendapatan.

Naura menambahkan fenomena pinjaman online ilegal juga menjadi perhatian serius. Edukasi dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi dan jeratan utang digital.

Di akhir diskusi, Gen LIMAS membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Komunitas, UMKM, hingga institusi diajak terlibat dalam program edukasi keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....