Densus 88 Edukasi Bahaya Radikalisme di Sekolah
- 20 Apr 2026 08:45 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Ancaman penyebaran paham intoleransi dan radikalisme di kalangan pelajar menjadi perhatian aparat keamanan melalui edukasi dini di sekolah. Upaya ini dilakukan Tim Pencegahan Satgaswil Sumsel Densus 88 di MTs dan MI Marfuah Palembang, Sabtu, 18 April 2026.
Kegiatan dipimpin anggota tim Densus 88 Nicolas Saputra dan diikuti ratusan siswa kelas 6 hingga kelas 9. Edukasi juga melibatkan para guru sebagai bagian dari penguatan lingkungan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman terkait bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Edukasi ini bertujuan membentuk karakter generasi muda yang memiliki daya tangkal terhadap pengaruh negatif.
“Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi anak-anak terkait paham intoleransi dan radikalisme,” ujar Nicolas. Ia menilai usia sekolah menjadi fase penting dalam pembentukan pola pikir.
Ia menekankan peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah penyimpangan perilaku. Orang tua diminta aktif membangun komunikasi agar anak tidak mudah terpengaruh.
“Orang tua harus hadir dan meluangkan waktu agar anak tidak didominasi penggunaan gawai,” katanya. Kedekatan keluarga dinilai mampu memperkuat kontrol sosial.
| Baca juga: DPPPA Sumsel Dorong Pencegahan Bullying |
Selain itu, penggunaan gawai yang berlebihan juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Anak dinilai rentan terpapar konten negatif jika tidak didampingi secara tepat.
Kepala MTs Marfuah Riria Rabena mengapresiasi kegiatan edukasi tersebut sebagai langkah preventif. Ia menilai kegiatan ini membantu sekolah dalam membentuk karakter siswa.
“Edukasi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada siswa,” ujarnya. Sekolah juga menerapkan aturan ketat terkait penggunaan telepon genggam.
Riria menjelaskan siswa tidak diperbolehkan membawa telepon genggam ke sekolah. Kebijakan ini bertujuan meminimalisasi dampak negatif media sosial.
Salah satu siswa, Nereyda Felisa Moida, mengaku materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Ia menilai edukasi tersebut membantu memahami dampak negatif pengaruh luar.
“Materi ini sangat bermanfaat karena kami masih membutuhkan arahan,” ujarnya. Ia berharap siswa dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi.
Melalui edukasi ini, diharapkan pelajar memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai kebangsaan. Upaya pencegahan dini dinilai penting untuk menjaga persatuan dan keamanan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....