GKN Sedekah Sampah Bantu Pendidikan dan Lingkungan
- 14 Apr 2026 07:05 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang — Gerakan Kolaborasi Nasional (GKN) Sedekah Sampah untuk Pendidikan terus menunjukkan dampak positif bagi lingkungan dan pendidikan. Hal ini dibahas dalam siaran Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang pada Jumat, 10 April 2026.
Siaran tersebut mengangkat tema kolaborasi pengelolaan sampah sebagai solusi dua krisis sekaligus. Krisis lingkungan dan pendidikan yang dinilai masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Presiden GKN Sedekah Sampah untuk Pendidikan, Wahyu Griya Suryana, mengungkapkan, Indonesia masih menghadapi persoalan sampah serius, termasuk plastik. Di sisi lain, angka anak putus sekolah masih mencapai jutaan.
Wahyu mengatakan gerakan ini lahir dari keresahan tersebut. “Gerakan ini sederhana, hanya dengan sedekah botol plastik bisa berdampak besar bagi lingkungan dan pendidikan,” ujarnya.
Gerakan ini mengolah sampah botol plastik menjadi sarana pendidikan seperti meja, kursi, hingga perlengkapan belajar dari hasil daur ulang. “Selama beroperasi kami sudah menghimpun 1,9 ton sampah plastik dan sudah menghasilkan 38 produk untuk pendidikan,” katanya.
GKN Sedekah Sampah juga menghadirkan konsep SPP dibayar sampah bagi siswa kurang mampu. Sampah organik dikumpulkan oleh siswa lalu diolah menjadi pupuk, hasil penjualannya digunakan untuk operasional pendidikan.
Gerakan ini telah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN, dinas, sekolah, dan komunitas. Kolaborasi tersebut dinilai memperluas dampak sosial dan lingkungan.
“Harapan kami gerakan ini menjadi movement nasional dan semakin banyak masyarakat terlibat,” ujar Wahyu. Saat ini, jangkauan program masih terfokus di Kota Palembang, namun, edukasi dan sosialisasi telah mulai menjangkau daerah lain.
GKN Sedekah Sampah juga terbuka bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui donasi sampah plastik. Penjemputan sampah akan difasilitasi untuk memudahkan kolaborasi.
Dengan pendekatan sederhana, program ini membuktikan sampah dapat menjadi berkah. Dampaknya tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka akses pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....