Dies Natalis ke-44, Polsri Perkuat Komitmen Menuju Kampus Hijau Berkelanjutan
- 02 Sep 2026 11:05 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Politeknik Negeri Sriwijaya memperkuat komitmen mewujudkan Green Campus melalui Dies Natalis ke-44 bertema Green Campus, Bright Future.
- Prof. Arief Sabdo Yuwono menekankan pentingnya aksi nyata dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan teknologi.
- Polsri diarahkan menjadi living laboratory pengembangan teknologi hijau melalui riset terapan, inovasi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan industri.
RRI.CO.ID, Palembang – Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) memperkuat komitmen mewujudkan kampus hijau berkelanjutan melalui Dies Natalis ke-44. Mengusung tema "Green Campus, Bright Future", peringatan dibuka melalui Sidang Senat Terbuka di Graha Pendidikan Polsri, Selasa, 1 September 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut diisi orasi ilmiah bertajuk "Green Campus, Bright Future: Transformasi Riset Terapan Pengelolaan Sampah Padat Menuju Ekosistem Kampus Hijau Berkelanjutan". Orasi disampaikan Prof. Arief Sabdo Yuwono selaku Founder of School of Waste Management (SWAM).
Direktur Polsri Irawan Rusnadi mengatakan perjalanan 44 tahun menjadi momentum bagi institusi untuk terus bertumbuh dan bertransformasi. Menurutnya, pengembangan kampus hijau menjadi bagian dari arah Polsri dalam memperkuat pendidikan vokasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Dalam 44 tahun perjalanan yang penuh dinamika ini, Polsri telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan vokasi yang terus tumbuh dan bertransformasi. Capaian hari ini menjadi pijakan kita bersama untuk melangkah lebih jauh, dari 44 tahun menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Irawan.
Sementara itu, Prof. Arief menekankan bahwa konsep Green Campus harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar menjadi gagasan. Pengelolaan sampah menjadi salah satu langkah penting yang dapat dimulai dari lingkungan kampus maupun kehidupan sehari-hari.
“Masa depan yang cerah tidak akan pernah terwujud hanya dengan impian pasif atau pidato yang memukau. Masa depan yang cerah dibangun di atas tanah yang bersih, air yang jernih, udara yang sehat, dan komitmen insan akademis yang bertindak nyata,” tegas Prof. Arief.
Penerapan konsep kampus hijau juga dinilai sejalan dengan karakter pendidikan vokasi yang mengedepankan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Polsri diarahkan menjadi living laboratory untuk mengembangkan teknologi hijau sekaligus menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui pemilahan sampah dari sumber, pengolahan, pemanfaatan kembali, hingga penerapan teknologi dalam pengelolaan sampah. Langkah ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan kampus yang lebih bersih, tetapi juga menghasilkan riset terapan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Peringatan Dies Natalis ke-44 turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta mitra dari sektor industri, dunia usaha dan pemerintahan. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya Polsri memperkuat transformasi pendidikan vokasi, riset terapan dan inovasi menuju kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan serta Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....