Sumsel Rawan Narkoba, Remaja Usia Jadi Target Utama

  • 10 Apr 2026 08:00 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Narkoba bukan sekadar masalah hukum, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa. Sekali terjerat, narkoba mampu merusak kesehatan, menghancurkan cita-cita, memutus keharmonisan keluarga, dan melemahkan produktivitas masyarakat.

Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga keluarga, sekolah, tokoh agama, komunitas, dan setiap individu. Pencegahan harus dimulai dari rumah dengan komunikasi yang terbuka, dari sekolah dengan edukasi yang jujur, dan dari lingkungan dengan kepedulian yang aktif.

Pelaksana Harian Kepala Humas BNNP Sumatera Selatan, Kombes Pol Marzuki Ismail, mengungkapkan, berdasarkan data dari BNN pusat, terdapat sekitar 400 wilayah yang tergolong rawan peredaran narkoba di Sumatera Selatan. “Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujarnya pada saat Dialog Program Suara Anti Narkoba, Korupsi, dan Judi (SANKSI) di PRO 1 RRI Palembang Rabu,8 April 2026.

Ia juga menyoroti kelompok usia yang paling rentan terpapar narkoba, yakni mulai dari usia 15 tahun. Menurutnya, remaja menjadi sasaran utama karena berada pada fase pencarian jati diri. “Usia yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba itu dimulai dari 15 tahun. Ini sangat memprihatinkan karena mereka masih dalam masa perkembangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Marzuki menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. “Kalau kita lihat dari tiga tahun ke belakang, tren peningkatan kasus itu cukup signifikan di beberapa daerah,” jelasnya.

Terkait jenis narkoba, ia mengungkapkan adanya kekhawatiran terhadap zat yang terkandung dalam liquid vape. Namun demikian, Kementerian Kesehatan telah memberikan klasifikasi tertentu. “Kami melihat ada potensi zat berbahaya dalam liquid vape, tetapi Kementerian Kesehatan menggolongkannya sebagai golongan II narkotika, sehingga tetap perlu diwaspadai penggunaannya,” ungkap Marzuki.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam pencegahan. “Lakukan pendekatan secara baik-baik, ajak bicara, berikan dukungan, dan jika perlu arahkan ke rehabilitasi. Pencegahan dimulai dari kepedulian kita terhadap orang terdekat,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....