Kojartis Palembang Hadirkan Akses Pendidikan Murah
- 09 Apr 2026 12:35 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang — Kelompok Ngajar Gratis (Kojartis) Palembang terus membuka akses pendidikan bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa. Komunitas ini menghadirkan pembelajaran tambahan yang terjangkau dan inklusif.
Hal itu disampaikan dalam program Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang pada Jumat, 3 April 2026. Tema dalam siaran tersebut mengangkat pentingnya pendidikan sebagai pintu masa depan anak-anak.
Pengajar Bahasa Inggris, Dicky Kurniawan, mengatakan Kojartis berdiri sejak 2019 dan diresmikan pada 2020. Komunitas besutan Dewi Kartika Sari ini hadir untuk berbagi ilmu kepada anak-anak yang membutuhkan.
“Kami bertujuan merangkul anak-anak yatim piatu, dhuafa, serta anak-anak di sekitar kita,” ujar Dicky. Ia menyebut pendidikan tambahan penting untuk mendukung pelajaran formal di sekolah.
Pengajar calistung, Idan Shalahuddin, menilai perubahan anak-anak terlihat nyata selama mengikuti pembelajaran. Ia menyebut beberapa anak mulai mampu membaca setelah sebelumnya kesulitan mengenal huruf.
“Dari yang belum bisa baca, alhamdulillah sekarang sudah ada perkembangan,” kata Idan. Menurutnya, proses belajar dibuat santai agar anak-anak tetap nyaman dan antusias.
Sementara itu, pengajar tahsin Paulina menerapkan metode belajar yang menyenangkan. Ia mengaku memakai pendekatan lagu agar anak-anak lebih mudah memahami materi.
“Kalau mereka bosan, kami bikin lagu-lagu supaya lebih aktif belajar,” ujarnya. Metode itu dipakai untuk menyesuaikan usia dan karakter anak-anak binaan.
Kojartis juga menghadirkan pembelajaran bahasa isyarat melalui Grealichia Tanviolla, seorang tuna rungu. Kehadirannya menjadi ruang belajar inklusif bagi anak-anak dengar untuk memahami komunikasi dengan teman tuli.
“Saya berusaha ajarkan isyarat supaya bisa komunikasi,” ujar Vio. Ia berharap anak-anak dapat memahami pentingnya inklusivitas sejak dini.
Saat ini, Kojartis mengajar Bahasa Inggris, tahsin, calistung, dan bahasa isyarat. Anak-anak binaan mayoritas berasal dari kawasan 27 Ilir dan Sekanak, Palembang.
Kegiatan belajar di Kojartis berlangsung tiga kali dalam seminggu, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Biaya yang dikenakan sangat terjangkau Rp2.000 per pertemuan dan digunakan kembali untuk kebutuhan anak-anak.
Uang tersebut dialokasikan untuk program Jumat Berkah serta program “back to school” pembagian rutin perlengkapan sekolah setiap semesternya. Kegiatan ini juga didukung oleh donatur dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait.
Selain mengajar, Kojartis membuka peluang kolaborasi bagi relawan, komunitas, dan donatur. Dukungan itu dibutuhkan untuk menunjang program pendidikan serta kebutuhan belajar anak-anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....