Dari Banjir ke Berdaya, SMAN 14 Palembang Jadi Contoh Sekolah Berbasis Lingkungan

  • 06 Apr 2026 17:38 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Upaya membangun kesadaran lingkungan kian mendesak di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Di sektor pendidikan, langkah tersebut mulai menunjukkan hasil melalui transformasi yang dilakukan SMA Negeri 14 Palembang.

Sekolah ini sebelumnya menghadapi persoalan banjir serta rendahnya kesadaran pengelolaan sampah. Namun kini, wajahnya berubah menjadi ruang belajar yang menanamkan praktik hidup berkelanjutan dalam keseharian.

Kepala SMA Negeri 14 Palembang, Harry Susanty, menegaskan bahwa perubahan tidak terjadi secara instan, melainkan melalui pembiasaan yang konsisten

“Kami percaya perubahan dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Peran sekolah adalah menanamkan nilai itu agar menjadi bagian dari karakter siswa,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima RRI, Senin, 6 April 2026.

Berbagai kebiasaan ramah lingkungan kini menjadi bagian dari aktivitas warga sekolah, mulai dari penggunaan tumbler, pengurangan plastik sekali pakai, hingga keterlibatan aktif siswa dalam pengelolaan lingkungan. Nilai-nilai tersebut juga diintegrasikan dalam proses pembelajaran di kelas.

Komitmen tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional pada 2023. Capaian itu kemudian diperkuat melalui Program Sekolah Energi Berdikari sejak 2024, yang diinisiasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Melalui program ini, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik. Mereka diperkenalkan pada energi baru terbarukan melalui panel surya, pengelolaan limbah bernilai guna, hingga inovasi teknologi sederhana seperti sistem misting spray untuk efisiensi penyiraman di greenhouse.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan penguatan kapasitas generasi muda menjadi fokus utama program tersebut.

“Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami berupaya membangun pemahaman sekaligus keterampilan praktis bagi generasi muda agar mampu menjadi bagian dari solusi atas tantangan energi dan lingkungan di masa depan,” kata Rusminto.

Program ini tidak hanya meningkatkan literasi energi dan lingkungan, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan solutif di kalangan siswa. Hingga kini, lebih dari 1.100 siswa dan 85 tenaga pendidik telah terlibat, menjadikan SMA Negeri 14 Palembang sebagai rujukan praktik baik bagi sekolah lain.

Dampaknya terus meluas. Pada 2026, program ini direplikasi ke SD Negeri 123 Palembang dan SMA Negeri 19 Palembang. Para siswa didorong menjadi agen perubahan yang mampu membawa praktik berkelanjutan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat.

Langkah ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pendidikan Berkualitas, Energi Bersih dan Terjangkau, serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....