Inflasi OKI Maret 2026 Terendah di Sumsel, Tekanan Harga Terkendali
- 02 Apr 2026 17:48 WIB
- Palembang
RRI.CO..ID, OKI - Laju inflasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menunjukkan tren melandai. Pada Maret 2026, inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) tercatat sebesar 2,74 persen, menjadi yang terendah di antara kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) OKI yang disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) monitoring perdagangan di Aula Kantor BPS OKI, Rabu, 1 April 2026, capaian tersebut berada di bawah rata-rata inflasi Sumatera Selatan yang mencapai 3,09 persen.
Kepala BPS OKI, Muhammad Dedy, menyebut, terkendalinya inflasi dipengaruhi kontribusi sejumlah komoditas serta stabilitas harga yang relatif terjaga.
“Inflasi year-on-year OKI sebesar 2,74 persen merupakan yang terendah di Sumatera Selatan. Ini menunjukkan tekanan harga relatif terkendali, meskipun komoditas seperti emas perhiasan dan tarif listrik masih memberi andil cukup besar,” ujarnya.
Secara tahunan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar. Sementara itu, emas perhiasan dan tarif listrik tercatat sebagai pendorong utama kenaikan harga.
Dedy menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan, khususnya pada komoditas pangan yang bergejolak. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar inflasi tetap terkendali.
Secara bulanan (month-to-month), inflasi OKI pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,36 persen. Angka ini menunjukkan tekanan harga yang moderat, dengan komoditas seperti daging ayam ras, bensin, dan ikan patin turut menyumbang kenaikan.
Sekretaris Daerah OKI, Asmar Wijaya, menilai, capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
“Capaian inflasi terendah di Sumatera Selatan ini menjadi indikator bahwa langkah pengendalian berjalan efektif. Ke depan, stabilitas harga harus terus dijaga agar daya beli masyarakat tetap terpelihara,” katanya.
Pemkab OKI, lanjutnya, akan terus memperkuat berbagai inovasi seperti optimalisasi distribusi pangan dan penguatan pasar murah guna meredam gejolak harga, terutama pada komoditas strategis.
Selain itu, pemerintah bersama TPID akan meningkatkan langkah antisipatif, termasuk pemantauan harga secara berkala dan intervensi pasar jika diperlukan, agar fluktuasi harga tidak berdampak signifikan bagi masyarakat.
Meski inflasi melandai, BPS mengingatkan potensi tekanan tetap ada, terutama dari komoditas bergejolak dan kebijakan energi. Karena itu, stabilitas harga perlu dijaga melalui intervensi yang tepat sasaran serta penguatan pasokan dan distribusi.
Dengan tren ini, OKI dinilai berada pada jalur yang cukup terkendali dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga yang masih fluktuatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....