Seniman Palembang Dorong Payung Hukum untuk Aktivitas Kesenian
- 17 Mar 2026 08:21 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Dewan Kesenian Palembang (DKP) memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempertemukan para seniman dan pemangku kepentingan dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Gedung Kesenian Palembang, Senin, 16 Maret 2026. Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi mengenai masa depan para pelaku seni di Kota Palembang.
Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar agenda kebersamaan, tetapi juga forum untuk membicarakan persoalan yang dihadapi para seniman. Salah satu isu yang mengemuka adalah pentingnya dukungan kebijakan yang dapat melindungi dan memperkuat aktivitas berkesenian.
“Pertemuan ini kita laksanakan bersama pengurus dan para seniman Palembang. Selain mempererat silaturahmi, kita juga berdiskusi tentang bagaimana nasib para seniman ke depan. Kita melihat pentingnya adanya payung hukum agar aktivitas berkesenian bisa lebih optimal dan juga terlindungi,” ujar Nasir.
Diskusi tersebut mengangkat tema “Nasib Seniman dari Masa ke Masa – Gedung Kesenian Palembang.” Selain Nasir, forum menghadirkan budayawan Vebri Al Lintani sebagai pembicara. Para seniman dan pegiat budaya yang hadir memanfaatkan kesempatan itu untuk berbagi pandangan mengenai perjalanan seni di Palembang serta berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku seni saat ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Ki Agus Sulaiman Amin, mengapresiasi inisiatif Dewan Kesenian Palembang yang dinilainya mampu mempertemukan berbagai pihak dalam satu ruang dialog.
“Ini merupakan ajang pertemuan yang sangat baik, apalagi dilaksanakan di bulan Ramadan. Dari silaturahmi ini tentunya akan mempererat hubungan antara pemerintah, seniman, dan seluruh stakeholder di Kota Palembang,” katanya.
Menurut Sulaiman Amin, pengembangan seni dan budaya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah saja. Dukungan dari Dewan Kesenian, budayawan, sejarawan, hingga komunitas seni menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang kuat.
Ia juga menilai Palembang memiliki potensi seni, budaya, dan sejarah yang besar untuk terus dikembangkan, terutama sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.
“Banyak sekali potensi seni budaya dan sejarah yang ada di Palembang. Tinggal bagaimana kita mengolah, menggali, dan mengeksplorasi agar bisa dikenal kembali oleh masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kota Palembang melalui Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Kemasyarakatan M. Syahrudin Hajar yang akrab disapa Bang Andre. Dalam sambutan Wali Kota yang disampaikannya, ia menilai kegiatan tersebut memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan komunitas seni.
“Melalui kegiatan buka bersama ini diharapkan hubungan antara pemerintah daerah, Dewan Kesenian dan para seniman semakin erat. Dengan kebersamaan dan kolaborasi yang baik, kita dapat menjaga warisan budaya sekaligus menghadirkan inovasi yang membanggakan bagi Kota Palembang,” katanya.
Melalui forum tersebut, para seniman berharap diskusi yang berlangsung tidak berhenti pada wacana. Mereka mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, termasuk dukungan kebijakan yang memberi ruang sekaligus perlindungan bagi aktivitas kesenian di Kota Palembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....