Pemkot Palembang Dorong Posyandu Jadi Pusat Pemberdayaan Warga
- 23 Agt 2026 21:43 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Penilaian Posyandu tingkat Sumsel mengevaluasi inovasi, administrasi, dan kualitas pelayanan kesehatan dasar.
- Kader Posyandu dinilai sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
- Pemkot Palembang mendorong Posyandu berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
RRI.CO.ID, Palembang - Penilaian Lomba Posyandu dan Kader Bidang Kesehatan Berprestasi tingkat Sumatera Selatan 2026 mengukur kualitas pelayanan kesehatan dasar di Palembang. Penilaian tersebut berlangsung di Lorong Apolo, Kelurahan Sungai Buah, Kecamatan Ilir Timur Dua, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperebutkan predikat terbaik antardaerah. Penilaian juga menjadi sarana mengevaluasi inovasi, administrasi, serta efektivitas pelayanan Posyandu di tingkat kelurahan.
Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani mengatakan Posyandu memiliki posisi penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Menurutnya, Posyandu menjadi layanan promotif dan preventif yang paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal warga.
“Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan pemukiman warga. Karena itu, keberadaan Posyandu yang aktif dan kader yang berdedikasi menjadi fondasi penting bagi kesehatan masyarakat,” katanya.
Dewi menjelaskan Posyandu membantu masyarakat memantau tumbuh kembang balita serta kesehatan ibu dan anak. Kegiatan tersebut juga mendukung pemenuhan gizi dan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat.
Ia memberikan apresiasi kepada para kader yang menjalankan pelayanan kesehatan secara langsung di lingkungan masyarakat. Para kader juga berperan menghubungkan warga dengan fasilitas kesehatan ketika membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Para kader memiliki peran penting sebagai penghubung masyarakat dengan fasilitas kesehatan. Mereka terus memberikan pelayanan dan mendampingi warga agar kebutuhan kesehatan dapat ditangani dengan baik,” ujarnya.
Dewi menilai penguatan Posyandu perlu diarahkan lebih luas dari sekadar pemeriksaan kesehatan masyarakat. Posyandu diharapkan berkembang menjadi pusat pemberdayaan yang mampu mendorong masyarakat lebih mandiri menjaga kesehatan.
“Posyandu tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan kesehatan, tetapi juga harus berkembang menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Penguatan tersebut membutuhkan sinergi pemerintah, kader, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan lembaga pendidikan,” tuturnya.
Penilaian tingkat provinsi menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pengelolaan Posyandu secara berkelanjutan. Pemerintah Kota Palembang bersama TP PKK juga menggunakan momentum tersebut untuk memperkuat kolaborasi dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Penguatan tersebut diharapkan membuat Posyandu semakin aktif dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat. Semangat itu dirangkum melalui pesan “Posyandu Aktif, Kader Hebat, Masyarakat Sehat” sebagai komitmen bersama meningkatkan kesehatan warga Palembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....