Ratu Dewa Ajak ASN Optimalkan Zakat melalui Baznas
- 05 Mar 2026 08:32 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengimbau ASN dan masyarakat untuk menunaikan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Imbauan disampaikan dalam kegiatan Bukti Setor Pembayaran Zakat Maal pada program Gerakan Ramadan Berkah Menguatkan Indonesia, Rabu, 4 Maret 2026.
Ratu Dewa menegaskan zakat tidak hanya sebagai kewajiban individual, tetapi juga instrumen sosial-ekonomi. Zakat dinilai memiliki peran strategis dalam menekan ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurutnya, program Baznas diarahkan pada pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif. Zakat nanti diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi penerima manfaat hingga bertransformasi menjadi muzakki.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengelolaan zakat. Hal ini agar penghimpunan dan penyaluran zakat dapat tepat sasaran kepada kelompok mustahik, khususnya masyarakat marginal.
"Kami menjamin pengelolaan zakat melalui Baznas dilakukan secara amanah, profesional, dan transparan untuk meningkatkan taraf hidup warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Ratu Dewa juga mengimbau masyarakat menyalurkan zakat mal, infak, dan sedekah melalui Baznas sebagai lembaga resmi. Baznas dinilai memiliki sistem akuntabilitas yang jelas dalam pengelolaan dana umat.
Optimalisasi zakat profesi ASN menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Meski surat edaran telah diterbitkan, masih terdapat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang perlu meningkatkan partisipasi.
Jika seluruh ASN dan P3K konsisten menunaikan zakat, penghimpunan dana akan meningkat signifikan. "Akumulasi dana yang terhimpun akan sangat signifikan dan mampu memperluas jangkauan program pemberdayaan umat," ungkapnya.
Secara regulatif, nisab zakat profesi setara 85 gram emas per tahun. ASN dengan penghasilan di atas Rp6 juta per bulan dikenakan zakat sebesar 2,5 persen.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Palembang Kgs M Ridwan Nawawi menyampaikan target penghimpunan zakat selama Ramadan 2026 sebesar Rp2 miliar. Target tersebut diharapkan tercapai dalam waktu satu bulan.
Optimisme ini didukung capaian tahun sebelumnya yang melampaui target Rp10 miliar dengan realisasi lebih dari Rp11 miliar. Tahun 2026, target tahunan meningkat menjadi Rp14 miliar.
“Baru hari ini saja sudah masuk Rp300 juta lebih. Kami perkirakan dalam satu minggu target Rp2 miliar untuk Ramadan bisa tercapai,” ujar Ridwan.
Pada tahun ini, sekitar 1.000 penerima manfaat telah mendapatkan bantuan sosial yang disalurkan setiap hari. Namun, tantangan masih ada terutama dalam meningkatkan kesadaran zakat di kalangan guru.
Baznas akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya zakat. "Kami akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai urgensi zakat sebagai kewajiban syar’i sekaligus solusi sosial," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....