Wajah Baru Rusun 26 Ilir, Dari Sarang Narkoba Jadi Kampung Literasi
- 01 Mar 2026 11:17 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Kawasan Rumah Susun (Rusun) 26 Ilir yang dulu lekat dengan stigma kelam—mulai dari penyalahgunaan narkoba, tumpukan sampah liar, hingga konflik sosial—kini bersalin rupa. Area yang dulu dihindari itu telah bertransformasi menjadi lingkungan produktif dan ramah anak.
Perubahan besar ini dimotori oleh seorang perempuan bernama Ocha. Sejak 2017, ia mendedikasikan dirinya untuk mendirikan Kampung Literasi di tanah kelahirannya tersebut. Misinya sederhana namun berat: memutus rantai rendahnya pendidikan dan memperbaiki kualitas hidup warga di tengah keterbatasan.
Perjalanan Ocha tidak mulus. Di awal berdiri, kegiatan belajar mengajar harus berpindah-pindah, bahkan sempat menempati bekas lokasi aktivitas terlarang. Namun, pelan tapi pasti, ruang-ruang gelap itu dipulihkan menjadi tempat belajar bersama.
Titik balik kemajuan kawasan ini terjadi pada 2023, saat Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel masuk melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sentuhan revitalisasi mengubah wajah Posyandu, lapangan serbaguna, hingga ruang belajar yang kini jauh lebih layak.
“Sejak ada pendampingan dari Pertamina, anak-anak kini punya ruang belajar yang aman dan nyaman. Warga semakin yakin bahwa perubahan ini bisa terus berlanjut,” ujar Ocha dikutip dari siaran pers yang diterima RRI, Sabtu, 28 Februari 2026.
Satu hal yang paling menarik dari transformasi ini adalah sistem ekonomi mandiri yang tercipta. Saat ini, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kampung Literasi diberikan secara gratis. Bagi orang tua yang ingin berkontribusi namun terkendala biaya, mereka cukup menyetorkan sampah ke bank sampah warga.
Hasil dari bank sampah yang mencapai Rp400–480 ribu per bulan tersebut digunakan untuk honor guru relawan serta operasional belajar. Strategi ini terbukti ampuh menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus menjamin keberlanjutan pendidikan anak.
“Sekarang warga ikut menjaga dan merasa memiliki program ini. Kami tumbuh bersama,” tambah Ocha.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan, fokus pendampingan mereka bukan sekadar bantuan fisik, melainkan penguatan kapasitas warga.
“Kami ingin perubahan ini tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berlanjut pada sistem yang dikelola bersama. Melalui partisipasi aktif, Kampung Literasi diharapkan tumbuh mandiri dan berdampak jangka panjang,” tegas Rusminto.
Transformasi Rusun 26 Ilir menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara inisiatif lokal dan dukungan korporasi mampu menghadirkan harapan baru. Inisiatif ini juga selaras dengan target global Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan kehidupan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....