Sumsel Lumbung Pangan Strategi Meningkatkan Produktivitas Perta
- 27 Feb 2026 11:28 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Sumatera Selatan terus menunjukkan peningkatan dalam produktivitas padi. Pada tahun 2023, produktivitas padi di provinsi ini mencapai 56,19 ku/ha, meningkat 2,13 ku/ha (3,94%) dibandingkan tahun 2022. Hal ini menjadikan Sumatera Selatan sebagai provinsi dengan produktivitas padi tertinggi di Sumatera dan ke-4 secara nasional, setelah Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Program Dialog Palembang Sore Ini Suara Nusantara yang disiarkan oleh RRI Palembang pada Selasa, 25 Februari 2026 menghadirkan narasumber Dosen Fakultas Management Agribusiness UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Fikri Hijami. Dalam pemaparannya, Fikri menjelaskan capaian produksi pertanian Sumatera Selatan. “Kalau kita berbicara Sumatera Selatan, pada tahun 2025 mampu menghasilkan sekitar 3,5 ton padi,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa daerah seperti Banyuasin dan Ogan Komering Ilir menjadi wilayah strategis sebagai penghasil pangan utama di provinsi tersebut. Lebih lanjut, Fikri memaparkan kontribusi komoditas unggulan Sumatera Selatan terhadap ketahanan pangan nasional.
“Sumatera Selatan menyumbang beras, jagung, dan kopi, tetapi yang paling unggul adalah padi,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor tanaman pangan, khususnya padi, masih menjadi tulang punggung pertanian daerah. Ia juga menegaskan bahwa salah satu kabupaten dengan produktivitas pangan tertinggi adalah Banyuasin.
Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi lahan yang luas serta dukungan sistem irigasi yang relatif memadai. Optimalisasi potensi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi. Namun demikian, Fikri tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan struktural. “Tantangan di Sumatera Selatan adalah bagaimana mengelola air, karena daerah ini banyak dikelilingi sungai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, karakteristik geografis tersebut memerlukan manajemen tata air yang tepat agar tidak terjadi banjir maupun kekeringan yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....