Selama Ramadan, BBPOM Palembang Perketat Pengawasan Pangan
- 25 Feb 2026 21:47 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan dan minuman yang beredar selama Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran produk pangan berbahaya, khususnya di pasar-pasar Ramadan yang ramai dikunjungi masyarakat.
Pengawasan difokuskan pada produk yang berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti pengawet dan pewarna yang dilarang. Upaya tersebut bertujuan memastikan seluruh produk yang dijual aman, bermutu, dan layak dikonsumsi selama bulan suci.
Pejabat Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM Palembang, Sri Arini, mengatakan sidak rutin dilaksanakan setiap bulan di Kota Palembang dan 11 kabupaten/kota lainnya dalam wilayah pengawasan. Intensifikasi pengawasan dilakukan menjelang Ramadan dan Idulfitri guna menekan potensi pelanggaran.
Sri Arini mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih produk pangan dengan menerapkan prinsip “Cek KLIK”, yakni cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek tanggal kedaluwarsa. Konsumen juga diminta menghindari makanan atau minuman dengan warna terlalu mencolok karena berpotensi mengandung pewarna berbahaya.
"Masyarakat agar lebih teliti dalam memilih produk pangan dengan menerapkan prinsip “Cek KLIK”, yakni cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek tanggal kedaluwarsa. Konsumen juga diminta menghindari makanan atau minuman dengan warna terlalu mencolok," ujar Sri Arini, Senin 25 Februari 2026.
Pengawasan dilakukan berdasarkan kajian risiko dengan memprioritaskan sarana produksi dan distribusi yang memiliki riwayat pelanggaran. Beberapa pelanggaran yang menjadi perhatian antara lain penjualan produk kedaluwarsa, rusak, atau tanpa izin edar.
Sementara itu, Direktur RSUD Sukajadi, dr. Betania Samboe, mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momen untuk membersihkan diri sekaligus menyehatkan tubuh. Ia menegaskan agar bulan suci tidak justru memicu gangguan kesehatan akibat pola makan yang tidak terkontrol saat berbuka puasa.
"Ramadan merupakan momen untuk membersihkan diri sekaligus menyehatkan tubuh, jangan sampai bulan suci justru memicu gangguan kesehatan akibat pola makan yang tidak terkontrol," ucap Betania.
Menurutnya, masyarakat perlu memilih makanan sehat dan menerapkan pola makan bergizi seimbang yang disesuaikan dengan usia, berat badan, dan tingkat aktivitas. Selain itu, kadar gula darah harus diperhatikan agar kondisi tubuh tetap stabil dan kesehatan terjaga selama menjalankan ibadah puasa
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....