Pemkab OKI Digitalisasi 951 Sekolah Berbasis Teknologi

  • 15 Feb 2026 00:35 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir menjalankan program digitalisasi di 951 sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga PAUD. Setiap sekolah kini dilengkapi papan interaktif digital (Interactive Flat Panel/IFP), laptop serta dukungan internet satelit untuk wilayah dengan jaringan terbatas.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi yang didorong Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kepala Dinas Pendidikan OKI, M. Refly, menyatakan perangkat telah disalurkan ke 479 SD dan 150 SMP, sementara tujuh sekolah di daerah sinyal lemah memperoleh akses melalui layanan Starlink.

“Sekolah dasar dan menengah pertama sudah menerima dan kini memasuki tahap optimalisasi pemanfaatan. PAUD akan menerima secara bertahap,” ujar Refly, Sabtu, 14 Februari 2026.

Untuk jenjang PAUD, dari 560 lembaga, 256 telah menerima perangkat, sedangkan sisanya ditargetkan menyusul tahun ini. Refly menekankan perangkat hanya bisa digunakan setelah guru mengikuti pelatihan teknis, dengan sejumlah guru yang sebelumnya dilatih di Jakarta menjadi narasumber untuk berbagi pengalaman penggunaan smart board.

Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, mengatakan digitalisasi sekolah merupakan bagian dari agenda prioritas nasional dalam transformasi pendidikan. Ia menekankan teknologi harus digunakan untuk memperkuat literasi, meningkatkan keterampilan digital siswa, dan mendorong metode pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual.

“Program ini adalah lompatan kemajuan. Tapi jangan sampai perangkat hanya menjadi pajangan. Kuncinya ada pada kesiapan dan kompetensi guru,” ucap Muchendi.

Muchendi juga menyoroti keberlanjutan program, termasuk pemeliharaan perangkat agar digitalisasi tidak berhenti hanya pada distribusi alat. Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan dan kompetensi guru sebagai kunci keberhasilan program digitalisasi.

Selain perangkat, aspek kesejahteraan guru juga menjadi perhatian. Pembayaran gaji guru non-PNS yang sebelumnya melalui dana BOS kini dialihkan ke APBD, termasuk penyesuaian gaji PPPK paruh waktu dan pengangkatan guru berbasis prestasi.

Program ini diharapkan menjadi lompatan kemajuan pendidikan di OKI, sekaligus memastikan siswa di daerah terpencil mendapatkan akses yang setara terhadap sumber belajar digital. Muchendi menekankan bahwa digitalisasi bukan pilihan, tetapi kebutuhan untuk menyiapkan anak-anak menghadapi era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....