Ratusan Warga Ikuti Ziarah Kesultanan Palembang Lamo
- 14 Feb 2026 13:11 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang- Ratusan warga mengikuti ziarah Kesultanan dan Auliya Palembang Lamo yang dipusatkan di Masjid Sultan Agung Kel. 1 Ilir, Palembang. Tradisi tahunan yang telah memasuki tahun ke-6 ini diikuti sekitar lebih dari 700 peserta, mulai dari remaja, hingga orang dewasa, baik pria maupun wanita.
Ziarah ini bertujuan mendoakan para sultan dan kerabat Kesultanan Palembang Darussalam yang telah wafat ratusan tahun lalu. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang kembali kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam pada masa lampau.
Salah satu panitia ziarah, Ifan, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan kembali warga Palembang, khususnya keturunan dan masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam.
"Ziarah ini, merupakan Ziarah Kesultanan Palembang, jadi seluruh warga Palembang bisa ikut berpartisipasi dalam ziarah kesultanan ini, tidak hanya pria namun perempuan pun bisa ikut untuk berziarah," ujar Ifan, Sabtu 14 Februari 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke sejumlah situs pemakaman bersejarah, yakni Komplek Pemakaman Ki Gede Ing Suro, Pemakaman Sabokingking, Pemakaman Kawah Tengkurep, serta pemakaman Auliya Palembang Lamo. Para peserta memanjatkan doa bersama di setiap lokasi yang dikunjungi.
Setelah itu, rombongan melanjutkan pawai ta’aruf menuju Masjid Sultan Agung 1 Ilir sebagai titik akhir kegiatan. Pawai berlangsung khidmat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan.
"Ziarah ini menjadi momentum untuk menyatukan kembali warga Palembang, khususnya keturunan dan masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam," ucap Ifan.
Ia menjelaskan, rute ziarah dimulai dari Ki Gede Ing Suro, kemudian menuju Sabokingking, Kawah Tengkurep, dan berakhir di Masjid Sultan Agung 1 Ilir. Rangkaian tersebut telah menjadi rute dalam pelaksanaan ziarah setiap tahunnya.
Menariknya, para peserta tidak hanya mengenakan busana muslim berwarna putih seperti ziarah pada umumnya, tetapi juga memakai pakaian adat Palembang, seperti tanjak dan gendik yang merupakan busana tradisional khas Palembang.
Panitia berharap kegiatan ini dapat terus dilestarikan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus menjaga warisan budaya dan sejarah Kesultanan Palembang di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....