Ratusan Peserta Ikuti Festival Anak Shaleh Indonesia OKU Timur
- 21 Agt 2026 08:25 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKU Timur- Festival Anak Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) 2026 kembali digelar di Kabupaten OKU Timur yang diikuti 115 anak- anak dan remaja dari 20 kecamatan. Sebelumnya FASI pernah dilaksanakan pada tahun 2011 di Bumi Sebiduk Sehaluan
Para peserta membawa kemampuan terbaiknya di tahun yang menjadi momentum tersendiri. Karena untuk pertama kalinya FASI dilaksanakan melalui sinergi antara BKPRMI, Pemerintah Kabupaten OKU Timur, dan TP PKK Kabupaten OKU Timur, sebagai ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi keagamaan sekaligus memperkuat pembinaan generasi Qurani.
FASI tingkat Kabupaten OKU Timur resmi dibuka Bupati OKU Timur Lanosin di Balai Rakyat Setda OKU Timur, Rabu, 19 Agustus 2026, bertepatan dengan 6 Rabi’ul Awwal 1448 H. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Agustus 2026, ini diikuti 115 peserta utusan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ) dari seluruh kecamatan di OKU Timur.
“Hadirnya kembali FASI di OKU Timur, dengan pola sinergi bukan sekadar menghadirkan kompetisi keagamaan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter anak sejak dini melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta pengembangan bakat dan kemampuan di lingkungan masjid,” ungkap Bupati OKU Timur yang disapa Enos.
Menurutnya peserta khususnya anak-anak harus tahu, bahwa anak sholeh itu bagaikan cahaya yang menyinari alam semesta. “Alhamdulillah, syukur hari ini cahaya itu datang dari 20 kecamatan ke Bumi Sebiduk Sehaluan untuk menunjukkan kehebatannya masing-masing,” ujar Enos.
Bupati menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung program kerja Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Khususnya dalam pembinaan anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia.
Menurutnya, FASI tidak semata-mata berbicara mengenai siapa yang menjadi juara. Lebih penting dari itu, festival ini menjadi ruang untuk menemukan anak-anak terbaik yang dapat menjadi teladan bagi generasi seusianya. “FASI ini bukan hanya mencari yang terhebat, tetapi mencari yang terbaik untuk menjadi teladan bagi anak-anak OKU Timur,” tegasnya.
Enos optimis terhadap potensi sumber daya manusia yang dimiliki daerah. Ia menilai pembinaan yang dilakukan secara tepat dan berkelanjutan akan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya generasi.
“Yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik. Tetapi juga kuat dalam karakter, mencintai Al-Qur’an, serta santun dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Karena itu, Bupati berharap semangat yang tumbuh melalui FASI tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Para peserta didorong untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, menjaga semangat berprestasi, dan menjadikan pengalaman dalam festival sebagai bekal untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI OKU Timur, Imam Sopingi, menyampaikan apresiasi kepada kepada semua pihak atas dukungan terhadap program pembinaan santri dan perhatian kepada para ustaz dan ustazah TPA/TPQ. FASI menjadi wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi, bakat serta minat anak-anak dan remaja di bidang keagamaan.
“Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pembinaan karakter dan mencetak generasi Qurani yang cerdas, berkarakter kuat, berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an serta mampu mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Dalam pelaksanaannya, FASI Tahun 2026 mempertandingkan sejumlah cabang perlombaan. Lomba Kisah Islami digelar di Balai Rakyat, Dai Cilik di Ruang Binapraja 1, Peragaan Sholat di Masjid Sabilul Huda, Azan di Masjid Sabilul Mutaqin, serta Tahfizh Juz Amma di Aula Bapperida.
Dari masjid, TPA dan TPQ, anak-anak OKU Timur ditempa untuk mengenal nilai-nilai agama, mengasah kemampuan, dan berani menunjukkan prestasi. Dari sinilah diharapkan tumbuh generasi yang bukan hanya cerdas dalam berpikir, tetapi juga kokoh dalam karakter dan mulia dalam bertindak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....