Sekolah Energi Berdikari Cetak Proyek Lingkungan Pelajar
- 05 Feb 2026 07:16 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mendorong lahirnya inovasi energi dan lingkungan di tingkat sekolah melalui Program Sekolah Energi Berdikari yang digelar di SMA Negeri 14 Palembang.
Program ini tidak berhenti pada edukasi teori, tetapi menantang siswa menghasilkan solusi nyata atas persoalan lingkungan di sekitarnya. Sebanyak 10 kelompok siswa mengembangkan proyek terapan berbasis energi dan lingkungan dengan pendampingan akademik dari Universitas Sebelas Maret (UNS).
Beragam inovasi lahir dari tangan pelajar, mulai dari tempat sampah berbasis sensor, penerangan Smart Power Energy dengan teknologi photo cell, pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, pakan mandiri berbahan maggot, hingga mesin pencacah daun dan alat pengering kompos bertenaga surya. Siswa juga mengembangkan misting spray berbasis Internet of Things (IoT), sabun cuci piring organik, briket sampah organik, serta alat penetas telur tenaga surya.
Tak sekadar membuat, para siswa mempresentasikan hasil implementasi proyek di lingkungan sekolah sekaligus melakukan monitoring dan evaluasi untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Kami ingin siswa terbiasa memecahkan masalah nyata dengan pendekatan sains dan teknologi, bukan hanya memahami konsep di kelas,” ujar Dosen Pendidikan Kimia UNS, Ari Syahidul Shidiq, yang terlibat dalam pendampingan teknis proyek.
Program ini juga menyasar peningkatan kapasitas pendidik. Sebanyak 80 guru SMA Negeri 14 Palembang mendapatkan pembekalan penerapan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) agar isu energi dan lingkungan dapat terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari.
Kepala SMA Negeri 14 Palembang, Harry Susanty, menilai kolaborasi lintas pihak ini memberi dampak nyata bagi sekolah.
“Siswa dan guru terdorong menghasilkan proyek lingkungan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan sekolah. Ini memperkuat karakter peduli lingkungan sekaligus kreativitas siswa,” ujarnya.
Dari sisi korporasi, Pertamina menegaskan program ini merupakan bagian dari strategi tanggung jawab sosial yang berorientasi jangka panjang.
“Sekolah Energi Berdikari dirancang sebagai program berkelanjutan yang berdampak langsung. Kami ingin pendidikan, inovasi, dan kesadaran lingkungan tumbuh bersama,” kata Rusminto Wahyudi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.
Program yang telah berjalan sejak 2024 ini selaras dengan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, konsumsi bertanggung jawab, serta penguatan kemitraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....