Karhutla Mengintai, Balai Dalkarhutla Pastikan Sumsel Prioritas Penanganan

  • 29 Jan 2026 15:43 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Pengendalian(Sipongi) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Sumatera Selatan (Sumsel) pada 2025 menurun. Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan tetap memastikan Sumsel menjadi salah satu daerah prioritas penanganan karhutla nasional di tahun 2026.

Kepala Balai Dalkarhutla Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengungkapkan, musim hujan masih terjadi di beberapa wilayah bagian Selatan. Namun sejumlah wilayah bagian utara Sumatera sudah mulai menunjukan adanya karhutla, Seperti Aceh, Riau,dan Sumatera Utara.

“Saat ini wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan sebagian wilayah Sumatera Selatan masih menjadi wilayah rawan Karhutla karena peningkatan titik panas dan potensi kekeringan pada musim kemarau. Sehingga perlu kewaspadaan dan upaya pencegahan yang lebih intensif dari seluruh pihak terkait,” kata Ferdian kepada RRI, Kamis, 29 Januari 2026.

Karena itu, Kementerian Kehutanan masih memprioritaskan Sumsel menjadi salah satu daerah prioritas penanganan karhutla nasional di tahun 2026. Karena luasanya karhutla yang terbakar di 2025 sebagain besar merupakan lahan gambut.

“Sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan mineral seluas 5.558,2 hektare, sementara lahan gambut tercatat 381,6 hektare. Kondisi ini menandakan bahwa ancaman karhutla tidak hanya terkonsentrasi di kawasan gambut, tetapi juga meluas ke lahan kering,” bebernya.

Ferdian menyebut, total lahan terbakar di Sumsel sepanjang 2025 mencapai 5.939,8 hektare. “Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode 2023–2024, namun masih lebih tinggi jika dibandingkan 2020–2022,” pungkasnya.

Adapun itga kabupaten menyumbang luasan karhutla terbesar, yakni OKI dengan 1.361,9 hektare, Musi Banyuasin 986 hektare, dan Ogan Ilir 980,4 hektare. Khusus di OKI, kebakaran terjadi baik di lahan gambut maupun mineral, menjadikannya wilayah dengan tingkat kerawanan paling kompleks.

Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti OKU, Musi Rawas, Muratara, hingga Empat Lawang juga mencatat kebakaran dengan skala ratusan hektare. Di sisi lain, Prabumulih menjadi satu-satunya daerah yang tidak terpantau mengalami karhutla sepanjang 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....