Upaya Melestarikan dan Mempromosikan Seni Tari Sumatera Selatan

  • 27 Jan 2026 09:19 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Melestarikan dan mempromosikan seni tari di Sumatera Selatan sangat ditentukan dari kreatifitas penari dan kekuatan media sosial untuk menarik generasi Z agar mencintai tari tradisional. Hal ini ditegaskan oleh Heriyandi selaku ketua dan pelatih Sanggar Musi Palembang ketika menjadi narasumber acara Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Jumat 23 Januari 2026.

Heriyandi menjelaskan Sanggar Musi lahir dari inisiasi penari yang berada di  desa Galang Tinggi Banyuasin. Kecintaan pada penari inilah akhirnya menjadi salah satu cara untuk melestarikan tari tradisional khususnya Sumatera Selatan.

Mempromosikan tari tradisional bukan hanya di tingkat daerah tapi sudah ke tingkat Internasional diundang ke Negara Malaysia. Hal ini tentu tidak terlepas dari kekuatan media sosial yang sangat berpengaruh ditengah berkembangnya seni tari saat ini.

"Promosi selain media sosial juga dengan melaksanakan workshop tari seperti baru baru ini dilaksanakan di Kota Bengkulu agar kecintaan sekaligus melestarikan seni tari akan tetap dipertahankan bahkan terus dikembangkan," tegas Heriyandi.

Salah satu cara untuk menguji kecintaan para penari di Sanggar Musi Palembang ini dengan melaksanakan uji kelayakan. Mereka dievaluasi bagaimana pemahaman terhadap tari tradisional juga tari kreasi.

Untuk menarik minat generasi Z pada tari ditentukan oleh peran seorang koreografer dalam mengemas tarian. Agar nantinya ketika tampil akan mengemas tari tradisional menjadi kekinian yang menarik dan tidak meninggalkan nilai budayanya.

"Setiap tarian yang dihasilkan bukan hanya sekadar tari tetapi punya makna yang mengangkat budaya dari suatu daerah tertentu seperti tari Tanggai Sang Dara dari Banyuasin yang menarik generasi muda untuk lebih mengetahui dan mendalaminya," tegas Heriyandi.

Upaya untuk melestarikan tari tradisional juga perlu dukungan dari orang tua yang menitipkan anaknya untuk belajar menari tapi juga peran Pemerintah. Hal ini diperlukan agar penari bisa diberikan kemudahan untuk berkarya sekaligus mempromosikan ke daerah lain.

"Untuk generasi Z tetaplah mencintai budaya Indonesia khususnya Sumatera Selatan teruslah belajar menggali budaya lokal, melestarikan tarian tradisional dan terusla berkreatifitas agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi saat ini," pesan Heriyandi mengakhiri dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....