Penanganan Permanen Jalan Lubuk Batang OKU Mulai 2026
- 21 Jan 2026 08:48 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKU - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan memastikan penanganan permanen ruas jalan nasional di bawah rel kereta api, Desa Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), akan dilaksanakan pada 2026. Sepanjang 2025, ruas tersebut masih ditangani melalui pemeliharaan rutin akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 PJN III BBPJN Sumatera Selatan, Hastinawati, mengatakan keterbatasan anggaran membuat perbaikan menyeluruh belum bisa dilakukan tahun lalu.
“Seharusnya tahun 2025 sudah dilakukan penanganan penuh. Namun karena efisiensi anggaran, kami baru bisa melakukan pemeliharaan rutin agar jalan tetap fungsional,” ujar Hasti.
Ruas jalan nasional di bawah tanggung jawab PPK 3.4 memiliki panjang sekitar 103 kilometer. Khusus di Lubuk Batang, posisi jalan yang berada di cekungan bawah rel kereta api menyebabkan genangan air kerap terjadi dan mempercepat kerusakan permukaan jalan.
Selama masa pemeliharaan, BBPJN rutin melakukan penambalan lubang menggunakan agregat, aspal dingin (coldmix), maupun campuran aspal panas. Pembersihan saluran air juga dilakukan hampir setiap bulan untuk mengurangi genangan.
“Kami juga mendapat dukungan pengawasan dari Polres OKU yang aktif menyampaikan kondisi lapangan, sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” kata Hasti.

Penanganan permanen dijadwalkan dimulai awal 2026 melalui paket pekerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Prabumulih–Beringin–Batas Kabupaten OKU–Baturaja dengan nilai pagu sekitar Rp10 miliar. Paket tersebut mencakup beberapa segmen jalan dan jembatan.
Untuk lokasi Lubuk Batang, BBPJN akan melakukan rekonstruksi jalan sepanjang sekitar 150 meter, dilanjutkan dengan rigid pavement atau perkerasan beton. Selain itu, akan dibangun saluran drainase tertutup guna mengatasi genangan air yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan jalan.
“Desain sudah disiapkan dan pengukuran lapangan telah dilakukan. Meski ruang terbatas, desain memastikan jalan tetap aman dilalui kendaraan,” jelas Hasti.
Saat ini proses tender masih berlangsung dan ditargetkan kontrak dengan penyedia jasa dapat ditandatangani pada Februari 2026. Selama menunggu pekerjaan dimulai, BBPJN memastikan pemeliharaan rutin tetap dilakukan.
Sebelumnya, kondisi jalan berlubang di lokasi tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Menyikapi hal itu, BBPJN melalui PPK 3.4 langsung melakukan perbaikan sementara untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....