Hujan Ekstrem Ancam Sumsel, Warga Diminta Waspada
- 16 Jan 2026 07:32 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan potensi hujan ekstrem pada 13–14 Januari 2026 yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Selatan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir dan bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah rawan.
BMKG mencatat sebagian besar wilayah Sumatera Selatan mengalami hujan ringan, antara lain Kota Palembang, OKU, OKI, Muara Enim, Lahat, Musi Rawas, Musi Banyuasin, OKU Selatan, Empat Lawang, PALI, Musi Rawas Utara, Kota Pagar Alam, Kota Lubuk Linggau, OKU Timur, Ogan Ilir, dan Kota Prabumulih. Sementara Kabupaten Banyuasin diprakirakan berawan.
Potensi dampak cuaca ekstrem tersebut menjadi pembahasan utama dalam Dialog Palembang Menyapa di Pro 1 RRI Palembang, Rabu 14 Januari 2026. Dialog ini menghadirkan Kepala BPBD Kabupaten OKU Januar Effendi, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Prabumulih Sriyono, serta Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Siswanto.
Kepala BPBD OKU, Januar Effendi, mengatakan, dampak banjir yang terjadi di wilayahnya tergolong besar dan memerlukan penanganan cepat.
“Dampak banjir yang terjadi ini cukup luar biasa, sehingga kami langsung mendirikan posko-posko di lokasi terdampak untuk membantu masyarakat,” kata Januar.
Selain penanganan darurat, BPBD OKU juga melakukan langkah antisipatif melalui sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Kami melaksanakan sosialisasi secara berkelanjutan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana,” ujarnya.
Januar menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sistem peringatan dini berupa alat pendeteksi kenaikan muka air sungai yang informasinya dapat diakses masyarakat secara langsung.
“Kami sudah menyiapkan perangkat peringatan dini, seperti alat pendeteksi kenaikan air, dan informasinya bisa diakses masyarakat melalui gawai masing-masing,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan wilayah Ulogan sebagai daerah yang paling sensitif terhadap bencana banjir karena kondisi geografisnya.
“Wilayah paling sensitif berada di daerah Ulogan karena dikelilingi perbukitan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kota Prabumulih, Sriyono, mengatakan pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh pascakejadian bencana pada 2025 lalu.
“Kami berkaca dari peristiwa tahun 2025, sehingga sekarang lebih rutin menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat,” kata Sriyono.
Informasi tersebut disampaikan setiap hari melalui media sosial resmi BPBD Kota Prabumulih.
“Saat ini kami aktif menginformasikan kondisi kebencanaan melalui Instagram agar masyarakat lebih waspada,” ujarnya.
Sriyono juga menyebut wilayah sekitar Sungai Keleka sebagai kawasan yang kerap terdampak bencana di Kota Prabumulih.
“Daerah yang sering terjadi bencana berada di sekitar Sungai Keleka,” jelasnya.
Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto, mengingatkan masyarakat untuk memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
“Informasi cuaca bisa diakses melalui siaran RRI, media sosial resmi BMKG seperti Instagram, serta website bmkg.go.id,” katanya.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan cuaca. Cuaca ekstrem berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari serta menimbulkan kerugian jika tidak diantisipasi sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....