Akhir Ramadan Jadi Momen Refleksi Umat

  • 19 Mar 2026 16:20 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Menjelang berakhirnya Ramadan, umat Muslim merasakan dua emosi yang bercampur, yakni kebahagiaan dan kesedihan. Kebahagiaan muncul karena berhasil menjalankan ibadah, sementara kesedihan hadir karena harus berpisah dengan bulan suci.

Ustaz Kgs A Ridhuan menyebut momen akhir Ramadan menjadi waktu refleksi bagi setiap Muslim dalam Obrolan Ramadan RRI, Selasa 17 Maret 2026. Ia menilai fase ini penting untuk mengevaluasi kualitas ibadah yang telah dijalani.

“Di akhir Ramadan ini ada dua perasaan sebenarnya. Kita gembira karena telah melaksanakan ibadah Ramadan dengan sungguh-sungguh meskipun masih ada kekurangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan kesedihan muncul karena Ramadan merupakan bulan penuh kemuliaan dan keberkahan. Menurutnya, belum tentu setiap orang dapat kembali bertemu Ramadan pada tahun berikutnya.

“Kita sedih karena ditinggalkan bulan yang luar biasa, bulan di mana pahala dilipatgandakan dan banyak kebaikan hadir,” tuturnya.

Ia mengimbau umat Muslim memaksimalkan sisa waktu Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah. Langkah ini dinilai penting sebagai bekal menyambut Idul Fitri.

Salah satu persiapan utama adalah menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Kewajiban ini menjadi penyempurna ibadah puasa selama Ramadan.

Selain itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak takbir pada malam 1 Syawal sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. Tradisi ini juga menjadi simbol rasa syukur atas kesempatan menjalani ibadah.

Pada pagi hari Idul Fitri, umat Islam disunnahkan mandi, mengenakan pakaian terbaik, serta makan sebelum salat Id. Amalan tersebut menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa Ramadan.

Salat Idul Fitri dianjurkan dilakukan secara berjamaah sebagai bentuk kebersamaan umat. Umat juga dianjurkan menempuh rute berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat.

Ia mengingatkan umat Muslim tetap menjaga kualitas ibadah hingga akhir Ramadan. Menurutnya, kesibukan menjelang Idul Fitri tidak boleh mengurangi nilai ibadah.

“Pastikan puasa kita tetap terjaga sampai hari terakhir dan jangan sampai lalai karena kesibukan menjelang Idul Fitri,” katanya.

Dengan persiapan yang matang, Idul Fitri diharapkan tidak hanya menjadi momen perayaan semata. Momentum ini juga menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas keimanan di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....