Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026
- 19 Mar 2026 13:15 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat 20 Maret 2026. Penetapan ini memberi kepastian awal bagi warga Muhammadiyah dalam menentukan waktu Lebaran tahun ini.
Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Penetapan dilakukan berdasarkan metode perhitungan astronomi yang digunakan organisasi tersebut.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal untuk menentukan awal bulan Hijriah. Metode ini mengandalkan perhitungan posisi bulan tanpa menunggu pengamatan langsung di lapangan.
Secara astronomi, ijtima atau konjungsi menjelang Syawal diperkirakan terjadi pada Kamis 19 Maret 2026 pukul 01.23 UTC. Peristiwa tersebut menandai berakhirnya bulan Ramadan secara perhitungan astronomi.
Pada saat matahari terbenam di hari yang sama, sejumlah wilayah di bumi diperkirakan telah memenuhi parameter kalender Hijriah global. Kondisi tersebut menjadi dasar bahwa hilal telah wujud.
Dengan pertimbangan itu, Muhammadiyah menetapkan awal Syawal jatuh pada Jumat 20 Maret 2026. Penetapan ini sekaligus menjadi acuan bagi warga Muhammadiyah dalam merayakan Idul Fitri.
Meski demikian, masyarakat Indonesia secara umum masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah. Penetapan awal Syawal oleh pemerintah dilakukan melalui sidang isbat Kementerian Agama.
Sidang isbat untuk menentukan awal Syawal 1447 Hijriah dijadwalkan berlangsung pada Kamis 19 Maret 2026. Hasil sidang tersebut akan menjadi dasar penetapan resmi pemerintah.
Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah kerap memunculkan potensi perbedaan tanggal Lebaran. Pemerintah menggunakan metode rukyat yang dikombinasikan dengan perhitungan astronomi.
Apabila hasil sidang isbat menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026, maka Lebaran berpotensi dirayakan secara bersamaan. Kondisi ini sering menjadi harapan masyarakat untuk menjaga kebersamaan.
Namun, jika hilal belum memenuhi kriteria visibilitas saat pengamatan, maka awal Syawal belum dapat ditetapkan. Dalam kondisi tersebut, bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari.
Penetapan Hari Raya Idul Fitri setiap tahun selalu menjadi perhatian masyarakat luas. Perbedaan metode sering menjadi faktor utama dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....