Musi Banyuasin Perkuat Kendali Harga jelang Idul Fitri

  • 26 Feb 2026 23:17 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memperkuat langkah konkret dalam menekan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dan mengendalikan inflasi selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Muba, Kyai Abdur Rohman Husen, saat menghadiri Rapat Koordinasi dan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan serta HLM Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sumatera Selatan, di Palembang, Selasa, 24 Februari 2026.

Rapat dibuka Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan dihadiri kepala daerah, pimpinan instansi vertikal, serta otoritas keuangan.

Wabup, Rohman menegaskan, Pemkab Muba akan memperkuat pengawasan di lapangan, terutama menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas utama seperti cabai rawit, cabai merah, dan beras.

“Di bulan Ramadan ini, kebutuhan masyarakat meningkat. Pemerintah harus hadir memastikan pasokan aman, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali sehingga masyarakat tenang,” tegasnya.

Ia menjelaskan strategi pengendalian inflasi akan diperkuat melalui operasi pasar, gerakan pangan murah, pemantauan distribusi, serta koordinasi intensif dengan distributor dan pelaku usaha. Pemkab Muba juga akan memperketat pengawasan pasar dan mengoptimalkan peran TPID kabupaten.

“Kami akan terus turun ke lapangan, memastikan harga terkendali dan stok aman. Stabilitas harga adalah bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat,” tandasnya.

Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru menekankan Sumatera Selatan memiliki modal kuat untuk menjaga stabilitas harga.

“Sumsel ini daerah subur, konektivitas jalan baik, kondisi keamanan kondusif. Tidak ada alasan inflasi tinggi. Yang dibutuhkan adalah strategi mengatur supply dan demand agar tidak timpang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepala daerah memastikan masyarakat tidak panik menghadapi lonjakan harga musiman serta meminta Satgas Pangan aktif mencegah praktik spekulasi dan penimbunan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan pertumbuhan ekonomi domestik masih terjaga di kisaran 4,9–5,7 persen. Inflasi tahunan Sumsel tercatat 3,33 persen, lebih rendah dibanding nasional sebesar 3,55 persen.

Namun, tekanan inflasi diperkirakan meningkat pada Maret–April 2026 seiring tingginya curah hujan dan momentum Ramadan–Idul Fitri. Komoditas yang menjadi perhatian antara lain cabai rawit, cabai merah, daging sapi, dan daging ayam ras.

“Operasi pasar terbukti cukup efektif, tetapi harus tepat sasaran. Kami merekomendasikan strategi 4P: tepat komoditas, tepat lokasi, tepat waktu, dan tepat sasaran,” jelas Bambang.

Ia juga menekankan percepatan kerja sama antar daerah (KAD) guna memperkuat pasokan, mengingat distribusi panjang dan ketahanan stok jangka pendek masih menjadi tantangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....