Hakikat Puasa: Menahan yang Halal, Menjauhi yang Haram
- 01 Mar 2026 22:09 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih pengendalian diri dari hal yang diharamkan. Hal itu disampaikan Ustaz Mahmud Jamhur dalam Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palembang pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Ia menjelaskan secara bahasa, puasa atau shaum bermakna imsak, yaitu menahan diri dari berbagai hal. Menurutnya, larangan makan, minum, dan hubungan suami istri bertujuan melatih kemampuan pengendalian diri.
| Baca juga: Ramadan sebagai Momentum Pengendalian Diri |
Ustaz Mahmud menegaskan keberhasilan puasa diukur dari kemampuan seseorang menjauhi larangan agama dalam kehidupan sehari-hari. Jika hanya menahan yang halal tanpa meninggalkan yang haram, puasa dinilai kehilangan makna spiritualnya.
Ia mengutip hadis Nabi tentang banyak orang berpuasa yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga semata. Kondisi itu terjadi karena mereka tidak menahan diri dari perilaku tercela seperti iri, dengki, dan kesombongan.
Fenomena berkurangnya semangat ibadah setelah awal Ramadan juga menjadi sorotan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perubahan perilaku tersebut bisa terjadi jika puasa dijalankan hanya sekadar rutinitas, bukan didasari keimanan.
Ia menambahkan puasa seharusnya dilakukan dengan iman dan mengharap pahala, bukan karena tekanan lingkungan sosial. “Puasa yang sebenarnya karena kita ingin mengharapkan balasan dari Allah SWT bukan karena malu dengan anak cucu,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui momentum Ramadan, umat Islam diharapkan memperbaiki akhlak dan ketaatan. Puasa dinilai berhasil ketika mampu membentuk pribadi yang konsisten menjauhi larangan agama sepanjang waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....