Lapas Banyuasin Gelar Pesantren Ramadan untuk Warga Binaan

  • 25 Feb 2026 17:59 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin - Lapas Kelas IIA Banyuasin menghadirkan Pesantren Ramadan bagi warga binaan sebagai penguatan pembinaan spiritual. Kegiatan berlangsung di Masjid Nurul Hidayah, Rabu 25 Februari 2026.

Kepala Lapas Tetra Destorie membuka langsung kegiatan tersebut bersama pimpinan Pondok Pesantren Al Fatah dan perwakilan MUI Banyuasin. Prosesi pembukaan ditandai pemukulan gong sebagai simbol dimulainya Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah.

Sebanyak 149 warga binaan mengikuti program pembinaan keagamaan tersebut selama 18 hari penuh. Lapas melibatkan lima tenaga pengajar dari MUI Kabupaten Banyuasin dan Pondok Pesantren Al Fatah.

Tetra menegaskan pesantren menjadi bagian penting pembinaan kepribadian warga binaan selama menjalani masa pidana. “Pesantren ini menjadi sarana memperbaiki diri dan memperkuat keimanan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum Ramadan untuk introspeksi dan memperdalam ajaran agama. Menurutnya bulan suci menghadirkan ruang tepat untuk membentuk karakter lebih baik.

Kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh warga binaan secara khidmat. Nur Ida Rusdiana membawakan sari tilawah yang menguatkan suasana religius pembukaan.

Para pengajar menyampaikan materi akidah, ibadah, dan akhlak secara terstruktur serta aplikatif. Peserta mengikuti setiap sesi pembelajaran dengan tertib dan penuh perhatian.

Tetra menekankan pembinaan moral harus berjalan seimbang dengan pembinaan kemandirian. Ia memastikan pendekatan religius menyentuh aspek batin sekaligus membentuk perilaku positif.

“Kami ingin keimanan peserta meningkat dan tercermin dalam sikap sehari-hari,” tuturnya. Ia berharap peserta menjaga konsistensi ibadah setelah program berakhir.

Ustaz Sarkowi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya dalam pembinaan tersebut. “Pesantren ini menjadi ruang belajar memperdalam agama bagi warga binaan,” katanya.

Petugas mengawasi seluruh rangkaian kegiatan secara humanis sesuai aturan pemasyarakatan yang berlaku. Lapas memastikan pesantren berjalan aman, tertib, dan memberi manfaat nyata bagi peserta.

Program ini diharapkan membekali warga binaan dengan nilai moral sebelum kembali ke masyarakat. Lapas Banyuasin menegaskan komitmen menghadirkan pembinaan berkelanjutan melalui pendekatan keagamaan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....