Puasa sebagai Ibadah Penyucian Jiwa

  • 23 Feb 2026 22:10 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Ibadah puasa Ramadan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana penyucian jiwa. Hal itu disampaikan Penyuluh Agama Islam Kankemenag Palembang, Ustaz H. Asep Saepuddin, dalam program Obrolan Ramadan, Minggu 22 Februari 2026.

Menurutnya, konsep penyucian jiwa dalam Islam dikenal sebagai tazkiyatun nafs dalam kajian tasawuf. Istilah tersebut merujuk pada proses membersihkan hati dari sifat tercela dan menghiasinya dengan akhlak terpuji.

Ia mengutip pandangan Imam Al-Ghazali tentang tahapan penyucian jiwa yang harus dilalui setiap Muslim. Tahapan tersebut meliputi takhalli, tahalli, serta mujahadah untuk mengendalikan hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Allah.

Melalui takhalli, seseorang berupaya menghilangkan penyakit hati seperti iri, dengki, ria, dan kesombongan berlebihan. Sementara tahalli dilakukan dengan menumbuhkan sifat sabar, syukur, ikhlas, serta rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian, muhajadah dalam rangka melawan hawa nafsu hingga mendapati maqom tajalli. "Maqom tajalli ialah mencapai suatu keyakinan pada hati yang membuat diri merasa tenang," ucap Ustaz Asep.

Ustaz Asep menegaskan, puasa memiliki kesamaan dengan proses penyucian jiwa karena menuntut pengendalian diri menyeluruh. Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam juga diminta menjaga lisan, perilaku, serta niat selama berpuasa.

Ia mengingatkan sejumlah perbuatan tercela dapat merusak pahala puasa, seperti berbohong, memfitnah, dan mengadu domba. “Puasa pada hakikatnya adalah latihan membersihkan jiwa agar terhindar dari perbuatan tercela,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah. Dengan jiwa yang bersih dan tenang, umat Islam diharapkan mampu meraih derajat ketakwaan secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....