Puasa Ramadan Jadi Sarana Fokus Berinteraksi dengan Al-Qur'an
- 19 Feb 2026 14:55 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ramadan menjadi momentum memperdalam interaksi dengan Al-Quran.
Dalam sebuah siniar bertema Ramadan di kanal YouTube Pandji Pragiwaksono, pendakwah Felix Siauw menegaskan, bulan suci identik dengan turunnya Alquran. Ia menyebut puasa adalah sarana untuk menguatkan fokus ibadah, khususnya membaca dan memahami Alquran.
Menurut Felix, kata Ramadan dalam Al-Quran hanya disebut satu kali dan dikaitkan langsung dengan turunnya kitab suci. “Di dalam Al-Qur'an disebut syahr Ramadan alladzi unzila fihil Quran. Jadi Ramadan itu diikatkan dengan Al-Qur'an, bukan sekadar puasanya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, puasa menjadi efek dari dorongan untuk lebih dekat dengan Alquran. Aktivitas makan dan kebutuhan fisik lainnya dikendalikan agar perhatian tidak terpecah.
“Harusnya kita fokus pada Al-Qur'an sampai lupa makan. Puasa itu efek kolateral dari interaksi dengan Al-Qur'an,” katanya menambahkan.
Felix juga menyinggung bahwa praktik puasa sudah ada sebelum Islam. Namun dalam Islam, puasa Ramadan memiliki tujuan membentuk ketakwaan dengan penguatan ibadah berbasis Alquran.
| Baca juga: Ramadan: Bulan Pencuci Jiwa dan Raga |
Sementara itu, pembawa acara dalam diskusi tersebut mengakui banyak umat Islam menjalankan puasa secara rutin, tetapi belum memahami maknanya. Ia menyebut selama ini puasa sering dimaknai sebatas kewajiban menahan lapar.
“Sekarang jadi lebih masuk akal. Fokusnya bukan sekadar menahan makan, tapi memperdalam interaksi dengan Al-Qur'an,” ujarnya.
Felix menambahkan, interaksi dengan Alquran tidak terbatas pada membaca. Mendengarkan, mentadaburi, hingga mengamalkan isi kandungannya juga termasuk bentuk interaksi.
Ia menyarankan umat Islam menyederhanakan pola konsumsi selama Ramadan. Dengan demikian, waktu luang dapat dimanfaatkan untuk ibadah, termasuk salat tarawih dan tadarus.
“Ramadan itu settingnya diubah. Kalau serius di bulan ini, harusnya cukup untuk sebelas bulan berikutnya,” kata Felix.
Momentum awal Ramadan dinilai menjadi waktu tepat meluruskan pemahaman tersebut. Dengan menempatkan Al-Quran sebagai pusat aktivitas spiritual, puasa diharapkan tidak berhenti pada rutinitas tahunan semata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....