PPK 2.2 Sumsel Siagakan Posko di Jalur Nataru
- 24 Des 2025 12:12 WIB
- Palembang
KBRN, OKU: Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan memastikan kesiapan infrastruktur dan penanganan darurat dalam menghadapi arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024–2025, khususnya di wilayah Baturaja dan sekitarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 PJN II Sumsel, Aldino Angga Saputra, mengatakan pihaknya telah mendirikan satu posko Nataru yang difungsikan sebagai pusat pengendalian dan layanan bagi pengguna jalan nasional.
“Untuk menghadapi Nataru, kami telah mendirikan satu posko di Baturaja, tepatnya di depan Rumah Sakit Antonio,” ujar Aldino, Rabu (24/12/2025).
Selain posko, BBPJN Sumsel juga menyiagakan alat berat untuk mengantisipasi kondisi darurat maupun potensi bencana. Alat tersebut berasal dari internal Kementerian PUPR maupun dari penyedia jasa yang bekerja sama dengan BBPJN.
“Dari PUPR kami siagakan dua dump truck, satu pickup, dan satu backhoe loader. Sementara dari penyedia jasa ada sekitar 10 unit alat berat, termasuk dump truck, grader, excavator, dan backhoe loader tambahan,” jelasnya.Posko

Aldino menyebutkan, alat-alat milik PUPR ditempatkan di wilayah Martapura dan Baturaja. Sementara alat berat dari kontraktor disiagakan di sebelum Martapura, yang sudah masuk wilayah Kabupaten OKU Timur.
Berdasarkan evaluasi kejadian satu hingga dua tahun terakhir, BBPJN Sumsel memetakan sejumlah titik rawan bencana. Ruas jalan Sugih Waras–Baturaja menjadi lokasi yang perlu mendapat perhatian khusus.
“Titik rawan banjir dan longsor berada di ruas Sugih Waras sampai Baturaja. Ada dua desa yang sering terdampak di sana seperti di Karang Agung dan Pengandonan. Sementara ruas Baturaja ke Martapura relatif aman,” kata dia.
Dari sisi material dan personel, BBPJN memastikan kesiapan tetap terjaga selama masa Nataru. Material seperti pasir dan agregat disimpan di stockpile Martapura, sementara pihak kontraktor juga telah menyiapkan material aspal bila dibutuhkan sewaktu-waktu.
“Di posko ada tiga petugas yang standby setiap hari dengan sistem rolling, dari pagi sampai sore menjelang malam,” jelas Aldino.
Posko Nataru BBPJN Sumsel telah beroperasi sejak 10 Desember 2025 dan akan aktif hingga 4 Januari 2026. Tahun ini, posko ditempatkan di sebuah ruko agar lebih representatif dan nyaman bagi pemudik maupun pengguna jalan.
“Fasilitasnya lengkap, ada tempat istirahat, musala, sofa, toilet bersih, serta makanan ringan dan minuman. Kami pilih ruko supaya lebih nyaman, terutama saat hujan,” jelasnya.
Terkait kondisi jalan, Aldino menegaskan bahwa pekerjaan besar di badan jalan telah dibatasi sejak 18 Desember. Namun, mengingat curah hujan yang tinggi, potensi munculnya lubang jalan tetap diantisipasi.
“Kami tetap menyiagakan tim patching untuk menambal lubang sampai akhir masa Nataru. Tim patroli terus bergerak agar jalan tetap fungsional dan aman dilalui,” pungkasnya.