Menhut Raja Juli Dorong Data Terintegrasi untuk Tangani Karhutla Sumsel

  • 17 Sep 2026 08:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kementerian Kehutanan mendorong pengelolaan data terintegrasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan untuk memaksimalkan efisiensi penanganan.
  • Data terpadu dinilai dapat membantu pemerintah menentukan prioritas penanganan dan penggunaan sumber daya di lapangan dengan lebih efektif.
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan arahan ini dalam Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang diselenggarakan di BPBD Sumsel pada 15 September 2026.

RRI.CO.ID, Palembang - Kementerian Kehutanan mendorong pengelolaan data yang terintegrasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan. Data yang terhimpun secara terpadu dinilai dapat membantu pemerintah menentukan prioritas penanganan dan penggunaan sumber daya di lapangan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 di BPBD Sumsel, Selasa, 15 September 2026.

"Pengelolaan data yang terintegrasi akan membantu pemerintah dalam mengorganisasikan penanganan secara lebih baik, termasuk dalam menentukan prioritas dan mengalokasikan sumber daya secara tepat, " ujar Menhut.

Menurutnya, pengelolaan data menjadi salah satu bagian penting dalam koordinasi penanganan Karhutla. Informasi yang terintegrasi dapat digunakan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus menentukan kebutuhan penanganan pada wilayah yang menjadi prioritas.

Dalam rakor tersebut, penanganan Karhutla juga melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah serta satuan tugas di lapangan. Kehadiran Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB menjadi bagian dari koordinasi penanganan Karhutla di Sumsel.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan kerja penanganan Karhutla yang dilakukan satgas pemadaman telah menunjukkan hasil. Ia menyebut penanganan di darat memiliki peran besar dibandingkan penggunaan water bombing.

"Alhamdulillah, kerja keras seluruh satgas pemadaman sudah optimal dan hasilnya sudah terlihat. Kontribusi water bombing hanya sekitar 10 persen, artinya kontribusi masyarakat dan satgas darat sangat berperan dalam penanganan Karhutla ini," ujar Herman Deru.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut sekitar 404,22 hektare lahan telah berhasil dipadamkan dalam penanganan Karhutla Sumsel. Ia tetap meminta peran satgas darat dioptimalkan karena penanganan di lapangan masih diperlukan.

"Keberhasilan memadamkan sekitar 404,22 hektare lahan merupakan capaian luar biasa. Meski demikian, kontribusi satgas darat tetap perlu terus dioptimalkan", kata Suharyanto.

Rakor teknis tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi dalam menghadapi Karhutla di Sumatera Selatan, termasuk memperkuat penggunaan data sebagai dasar menentukan langkah penanganan dan kebutuhan sumber daya di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....