Presiden Pimpin Rapat Karhutla Sumsel, Tambah Helikopter dan Alat Berat
- 24 Agt 2026 17:50 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Total hotspot di Sumsel menembus 12.956 titik dengan konsentrasi tertinggi di OKI dan Musi Banyuasin, menyebabkan ISPU Palembang masuk kategori sangat tidak sehat.
- Presiden Prabowo menyetujui penambahan helikopter water bombing dan menyiagakan 20 unit ekskavator untuk pembuatan kanal penyekat gambut.
- Atas usulan Gubernur Herman Deru, Pemerintah Pusat mengirimkan 500 unit mesin pompa air beserta perlengkapan selang untuk menyuplai air di area gambut.
RRI.CO.ID,Palembang - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Satgas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan, VIP Room Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Senin, 24 Agustus 2026. Pertemuan ini dihimpun guna merespons lonjakan titik panas dan mempercepat pemadaman di area gambut yang meluas.
Rapat dihadiri jajaran menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, KSAD, serta Forkopimda Sumsel. Rapat ini juga terhubung secara langsung via *video conference* dengan gubernur serta jajaran Forkopimda Provinsi Jambi dan Lampung.
Dalam pemaparannya, Kalaksa BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, melaporkan, akumulasi titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan yang melonjak drastis hingga menyentuh angka 12.956 titik. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mencatat titik terbanyak sebesar 2.435 titik, disusul Musi Banyuasin (2.139), dan Muara Enim (1.909). Lonjakan paling tajam terjadi sepanjang Agustus yang menyumbang 8.044 titik.
Iqbal menambahan, luas lahan terbakar yang tercatat mencapai 1.926 hektar dan menempatkan Sumsel di posisi ke-18 nasional. Dia menjelaskan, indeks pencemaran udara (ISPU) di Kota Palembang berada pada kategori sangat tidak sehat akibat asap yang terperangkap di wilayah cekungan. BPBD menegaskan bahwa kendala terbesar di lapangan adalah jarak tempuh ke titik api yang jauh di dalam hutan gambut serta mengeringnya embung air pendukung.
Menanggapi kendala geografis tersebut, Presiden Prabowo Subianto langsung memotong pembahasan untuk memastikan kebutuhan penanganan darurat di lapangan.
"Apa kesulitan Anda yang Anda butuhkan untuk segera menghilangkan kebakaran ini dan mencegah kebakaran yang akan datang?" tegas Presiden Prabowo Subianto.
BPBD Sumsel mengajukan penambahan armada helikopter *water bombing* serta bantuan alat berat untuk pembuatan kanal penyekat dan tandon air. Presiden Prabowo memenuhinya dengan menginstruksikan pengiriman tambahan unit helikopter serta 20 unit ekskavator yang siap dikirimkan mulai 26–28 Agustus dari Jakarta.
Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, menyampaikan, TNI telah menyiagakan 3.000 personel aktif di lapangan, khususnya di wilayah rawan seperti OKI, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muara Enim, serta mendistribusikan 60 unit kendaraan pemadam dan 280 set APD dukungan Kemhan.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menggarisbawahi kondisi topografi Palembang yang berbentuk cekungan sehingga sisa kabut asap cenderung tertahan meski titik api (firespot) di lapangan sudah jauh menurun. Herman Deru juga memanfaatkan momentum rapat ini untuk mengajukan penambahan infrastruktur sumur bor dan pompa air.
"Mumpung Bapak Presiden hadir, kami butuh sumur bor yang dilengkapi mesin sedot dan selang. Kalau disetujui 500 unit, pompanya juga 500 unit, Pak," ujar Herman Deru.
Presiden Prabowo menyambut langsung permintaan tersebut dan menginstruksikan jajarannya untuk memproses pengiriman 500 unit pompa air beserta perlengkapannya ke Sumatera Selatan dalam kurun waktu dua hingga tiga hari ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....