Sultan Muda Jadi Andalan Sumsel pada Financial Literacy Award

  • 29 Jul 2026 07:52 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menegaskan keberhasilan Program 100.000 Sultan Muda tidak terlepas dari kuatnya kolaborasi lintas sektor serta penguatan literasi dan inklusi keuangan. Hal tersebut disampaikannya saat memaparkan program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam penjurianFinancial Literacy Award 2026 secara daring dari Griya Agung Palembang, Selasa, 28 Juli 2026.

Dalam presentasinya di hadapan tim asesor dan dewan juri nasional, Herman Deru menjelaskan bahwa literasi keuangan merupakan strategi penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Menurutnya, pemahaman keuangan yang baik akan melahirkan generasi muda yang mandiri dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui kewirausahaan.

"Roh lahirnya Sultan Muda adalah kolaborasi. Sejak awal kami melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bahkan berbagai kegiatan pembinaan dipusatkan di sana. Ternyata ini menjadi daya tarik besar bagi anak-anak muda untuk memiliki identitas sebagai Sultan Muda dengan memenuhi kriteria wirausaha yang produktif," ujar Herman Deru.

Program 100.000 Sultan Muda dirancang sebagai model implementasi literasi dan inklusi keuangan berbasis kewirausahaan. Hingga saat ini, sebanyak 10.800 pemuda telah resmi terdaftar sebagai anggota program tersebut. Pelaksanaannya dilakukan melalui roadmap strategis yang berorientasi pada keberlanjutan dan telah memberikan kontribusi terhadap capaian indikator makro pembangunan Sumatera Selatan periode 2024–2025.

Herman Deru optimistis target mencetak 100 ribu wirausaha muda dapat tercapai. Menurutnya, tingginya minat masyarakat Sumatera Selatan untuk berwirausaha menjadi modal utama dalam merealisasikan program tersebut. Ia menilai dampaknya mulai terlihat, di mana para anggota Sultan Muda tidak hanya mampu mandiri secara ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan sekitarnya.

"Target 100 ribu Sultan Muda itu sangat rasional. Kita sudah melihat bukti konkretnya di lapangan. Anggota yang telah berhasil kita dorong menjadi trainer atau mentor bagi teman-temannya untuk mengubah mindset bahwa bekerja tidak harus menjadi pegawai formal, tetapi bisa melalui kewirausahaan," tambahnya.

Gubernur juga mengapresiasi dukungan sektor perbankan yang dinilai berperan aktif dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha muda melalui berbagai layanan khusus dan sistem jemput bola. Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat sehingga manfaat Program Sultan Muda dapat dirasakan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Sesi penjurian Financial Literacy Award 2026 tersebut turut dihadiri tim asesor nasional, di antaranya Akademisi Universitas Gadjah Mada Muhammad Edhie Purnawan, Plt. Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Andi Muhammad Yusuf, serta Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas Rosy Wediawati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....