Martabak HAR, Kuliner Legendaris Palembang sejak 1947

  • 05 Jul 2026 05:48 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Martabak HAR merupakan salah satu kuliner legendaris Palembang yang berdiri sejak tahun 1947.
  • Selain martabak HAR, menu andalan yang ditawarkan roti naan khas India.
  • Martabak HAR didirikan oleh Haji Abdul Rozak, perantau asal Kerala, India Selatan.

RRI.CO.ID, Palembang - Martabak Har menjadi salah satu kuliner legendaris yang bertahan puluhan tahun di Palembang. Berlokasi tepat di depan Masjid Agung Palembang dan kerap ramai dikunjungi wisatawan, Jumat, 3 Juli 2026.

Pemilik Martabak Har, Muhammad Zakir, menyebut menu andalan disini adalah martabak har dan roti naan khas India. Cita rasa autentik dan bumbu yang konsisten dari dulu hingga sekarang menjadi daya tarik utama bagi pelanggan.

Martabak Har berdiri sejak tahun 1947, didirikan oleh Haji Abdul Rozak yang merantau dari Kerala, India Selatan. Usaha kuliner ini kemudian diwariskan secara turun-temurun kepada keluarga besarnya hingga saat ini.

Zakir menjelaskan nama HAR tetap dipertahankan untuk menghormati sang kakek sekaligus mempertahankan merek. "Nama HAR sudah jadi brand yang terkenal di Palembang," ujarnya.

Sementara itu, usaha ini telah berkembang dengan empat cabang di Palembang dan dua cabang di luar kota. Seluruh cabang tetap dikelola oleh keluarga besar pewaris usaha meski manajemennya terpisah.

Zakir berharap Martabak Har bisa terus berkembang dan semakin dikenal luas oleh masyarakat. Ia juga berharap usaha keluarganya ini bisa terus sukses hingga generasi berikutnya.

Sementara itu, salah satu pelanggan Martabak HAR, Anda mengaku sudah berkali-kali datang ke Martabak Har sejak mencicipi menu barunya. "Bumbunyo pas, apolagi roti naannyo, benar-benar mirip yang ado di Arab," katanya.

Anca menyebut martabak har sekarang sudah sejajar seperti pempek, yaitu dikenal sebagai ikon kuliner khas palembang. "Inget Palembang pasti inget pempek, inget Palembang pasti inget martabak Har" ujarnya.

Ditambahkan, karena lokasinya yang berdekatan dengan Masjid Agung dan jembatan Ampera yang membuat Mar tak HAR jadi tujuan wisata kuliner. Menurutnya, jika ada wisatawan dari luar kota Palembang mereka akan mencari sendiri dan datang tanpa direkomendasikan.

Anca berharap Martabak Har tetap menjaga konsistensi rasa demi mempertahankan selera aslinya. Ia meyakini kuliner legendaris ini akan terus dikenal oleh generasi muda Palembang.

Laporan Ayu Siti Fatimah Mahasiswa Magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....