Sambal Tempoyak, Cita Rasa Khas yang Menggugah Selera
- 29 Okt 2025 14:10 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Bagi pencinta masakan khas Sumatera Selatan, sambal tempoyak tentu bukan hal yang asing. Cita rasa unik yang berasal dari fermentasi buah durian ini menjadikan sambal tempoyak begitu digemari. Salah satu sambal tempoyak yang terkenal akan kelezatannya berasal dari Kota Lubuklinggau. Ibu Nita, penjual sambal rumahan di kawasan Lubuklinggau Timur, menjadi salah satu pengrajin yang mempertahankan cita rasa tradisional tersebut.
Dalam dialog Lokak Kito UMKM bersama RRI (Kamis,16/10/2025), Ibu Nita menceritakan bahwa bahan utama sambal tempoyaknya menggunakan durian lokal yang difermentasi selama tiga hingga lima hari hingga menghasilkan aroma khas. “Durian yang matang sempurna akan memberikan hasil tempoyak yang lembut dan tidak terlalu asam. Rahasianya ada pada waktu fermentasi dan cara penyimpanannya,” ujarnya sambil tersenyum.
Sambal tempoyak buatan Ibu Nita tidak hanya mengandalkan rasa pedas, tetapi juga memadukan sensasi gurih, manis, dan sedikit asam yang khas. Ia menambahkan cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, serta sedikit terasi untuk memperkuat cita rasa. Semua bahan dihaluskan lalu ditumis hingga mengeluarkan aroma harum yang menggugah selera. “Proses memasak harus sabar dan api jangan terlalu besar, supaya sambal tidak gosong dan cita rasanya tetap nikmat,” tambahnya.
Menariknya, sambal tempoyak ini tidak hanya cocok sebagai pelengkap nasi hangat, tetapi juga nikmat dipadukan dengan ikan patin, lele, atau ayam goreng. Tak jarang, pelanggan Ibu Nita datang dari luar kota hanya untuk membeli sambal buatannya. “Banyak pelanggan dari Musi Rawas dan Curup yang pesan lewat online juga. Mereka bilang rasanya mirip seperti sambal tempoyak buatan nenek dulu,” tutur Ibu Nita dengan bangga.
Selain menjual sambal tempoyak siap saji, Ibu Nita juga menawarkan versi mentah yang bisa diolah sendiri di rumah. Ia berharap kuliner khas ini tetap lestari di tengah gempuran makanan modern. “Anak muda sekarang harus tahu kalau tempoyak ini warisan kuliner kita. Dari durian yang biasa bisa jadi sambal yang luar biasa,” katanya.
Keuletan Ibu Nita dalam menjaga cita rasa sambal tempoyak khas Lubuklinggau patut diapresiasi. Di tengah kemajuan zaman, usahanya bukan hanya sekadar menjual sambal, tetapi juga melestarikan kekayaan kuliner tradisional Sumatera Selatan yang penuh makna dan cita rasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....