Indonesia Negara Teratas Penduduk Tak Punya Rekening Bank
- 27 Mei 2024 13:37 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Indonesia sebagai salah satu negara berkembang menghadapi tantangan serius dalam hal inklusi keuangan. Dalam lanskap global, Indonesia menonjol sebagai salah satu dari tujuh negara di dunia dengan persentase tertinggi jumlah orang dewasa yang tidak memiliki rekening bank. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang aksesibilitas keuangan dan tantangan dalam mencapai inklusi finansial yang lebih luas.
Data terbaru yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa lebih dari separuh orang dewasa di dunia dengan salah satu yang terbanyak ada di Indonesia tidak memiliki rekening bank. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari tujuh negara dengan persentase tertinggi di dunia dalam hal jumlah penduduk dewasa yang tidak memiliki rekening bank.
"Masih ada sekitar 23,7% masyarakat usia dewasa di Indonesia yang belum memiliki rekening bank di lembaga keuangan," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, diukutip dari liputan6.com Kamis (23/5/2024).
Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya penetrasi rekening bank adalah akses terbatas ke layanan keuangan, terutama di daerah-daerah pedesaan dan terpencil. Infrastruktur finansial yang kurang berkembang dan kurangnya literasi keuangan juga menjadi hambatan dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.
Meskipun tantangan yang ada, kemajuan teknologi memberikan harapan dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Pertumbuhan fintech (financial technology) telah membuka pintu bagi akses ke layanan keuangan yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat, terutama mereka yang berada di daerah terpencil.
"Layanan seperti uang elektronik, pembayaran digital, dan pinjaman daring semakin populer dan mengubah paradigma tradisional tentang akses keuangan," cetus Airlangga.
Secara keseluruhan, penting bagi kita sebagai masyarakat Indonesia untuk memahami pentingnya memiliki rekening bank dan akses terhadap layanan keuangan formal. Dengan demikian, kita dapat berpartisipasi secara aktif dalam perekonomian negara dan meningkatkan kesejahteraan finansial kita sendiri.
Meskipun Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mencapai inklusi keuangan yang lebih luas, langkah-langkah positif telah diambil menuju masa depan yang lebih inklusif. Dengan dukungan teknologi, kerjasama antarstakeholder, dan peningkatan literasi keuangan, Indonesia dapat mengatasi hambatan-hambatan tersebut dan memberdayakan masyarakat untuk memiliki akses yang lebih besar terhadap layanan keuangan, sehingga menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi semua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....