Pemkab Muba Pastikan Akses Kesehatan Secara Berkelanjutan dan Berkualitas

  • 12 Sep 2026 08:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemkab Musi Banyuasin memperkuat komitmen dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) yang berkualitas untuk memastikan akses layanan kesehatan berkelanjutan bagi masyarakat.
  • Penguatan UHC difokuskan pada dua aspek utama, yaitu capaian kepesertaan dan kualitas akses layanan kesehatan yang berkelanjutan.
  • Rapat Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Kabupaten Musi Banyuasin pada 10 September 2026 membahas implementasi strategi penguatan rekrutmen dan reaktivasi peserta program kesehatan.

RRI.CO.ID, Musi Banyuasin- Pemkab Muba terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) yang berkualitas. Penguatan UHC tidak hanya berkaitan dengan capaian kepesertaan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan secara berkelanjutan dan berkualitas.

Upaya tersebut dibahas melalui Rapat Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis, 10 September 2026, yang dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Muba, Ardiansyah. Pembahasan bentuk implementasi strategi penguatan rekrutmen dan reaktivasi peserta.

Ardiansyah menegaskan, penguatan UHC tidak hanya berkaitan dengan capaian kepesertaan. tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan secara berkelanjutan dan berkualitas.

Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengoptimalkan kepesertaan. Khususnya melalui strategi rekrutmen bagi masyarakat yang belum terdaftar serta reaktivasi peserta yang status kepesertaannya tidak aktif.

“Kita ingin memastikan masyarakat Muba tidak hanya terdaftar sebagai peserta, tetapi juga dapat mengakses pelayanan kesehatan ketika membutuhkan. Karena itu, strategi rekrutmen dan reaktivasi peserta harus dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” tegas Ardiansyah.

Ia mengatakan, pemerintah daerah perlu membangun koordinasi yang kuat dengan seluruh pihak terkait agar persoalan kepesertaan dapat ditangani secara cepat dan tepat. “Kita identifikasi apa yang menjadi kendala di lapangan, kemudian kita cari solusi bersama sehingga implementasi UHC di Kabupaten Muba benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ardiansyah juga mendorong agar pemutakhiran dan validasi data kepesertaan terus dilakukan. Hal ini dinilai penting agar program perlindungan kesehatan dapat menyasar masyarakat yang memang membutuhkan serta menghindari adanya masyarakat yang belum mendapatkan jaminan kesehatan.

“Data harus menjadi dasar. Kita perlu mengetahui siapa yang belum menjadi peserta, siapa yang tidak aktif, dan apa penyebabnya. Dari situ kita bisa menentukan langkah intervensi yang tepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap hasil pembahasan Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh perangkat daerah dan pihak terkait sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.

“Target akhirnya adalah masyarakat Muba mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal. Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan komitmen dan kolaborasi semua pihak,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....