Mengapa Banyak Perempuan Memilih Matcha Dibanding Kopi? Ini Alasannya
- 27 Agt 2026 18:10 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Matcha semakin populer di kalangan perempuan sebagai alternatif minuman berkafein selain kopi. Matcha disebut memberikan pelepasan kafein yang lebih bertahap dibandingkan efek kopi yang dapat terasa lebih cepat.
- Kesehatan hormon dan kestabilan energi menjadi salah satu alasan matcha banyak dibahas dalam konteks wellness perempuan. Matcha mengandung antioksidan, termasuk katekin dan EGCG, yang menjadi salah satu daya tariknya.
- Matcha lebih rendah keasamannya dibandingkan kopi, sehingga berpotensi lebih nyaman bagi sebagian orang dengan pencernaan sensitif. Kopi tetap memiliki manfaat kesehatan, sehingga semuanya tergantung kebutuhan dan kondisi tubuh.
RRI.CO.ID, Palembang - Tren matcha kini bukan lagi sekadar pilihan minuman, tetapi mulai menjadi bagian dari rutinitas wellness, termasuk di kalangan perempuan yang ingin mendapatkan energi tanpa sensasi terlalu menyentak seperti yang kadang dirasakan setelah minum kopi. Matcha mulai dilirik sebagai alternatif kopi, terutama karena kandungan L-theanine, antioksidan, serta karakter kafeinnya yang dianggap lebih bertahap.
Mengutip dari Nutra Organics, matcha disebut mengalami peningkatan popularitas dan banyak perempuan mulai mengganti kopi pagi mereka dengan minuman berbasis matcha karena karakter matcha yang tetap memberikan kafein, tetapi disertai komponen nutrisi lain sehingga efek energinya disebut terasa lebih lembut.
Salah satu alasan yang paling banyak disoroti adalah pola pelepasan energi. Kopi dapat memberikan peningkatan energi yang cepat, sementara pada sebagian orang efek tersebut dapat diikuti penurunan energi. Matcha, di sisi lain, disebut memberikan pelepasan kafein yang lebih bertahap sehingga energi terasa lebih berkelanjutan.
Hal serupa juga disebut oleh Liebling Health dalam artikelnya. Laman yang dikelola oleh ahli terapi nutrisi Phoebe Liebling tersebut menyebut matcha menawarkan energi yang lebih stabil dan dapat terasa lebih tenang karena keberadaan L-theanine, asam amino yang dikaitkan dengan kondisi rileks tetapi tetap fokus.
Karakter tersebut menjadi salah satu alasan matcha menarik bagi perempuan yang ingin tetap produktif tanpa merasa terlalu terstimulasi. Selain efek energinya, kesehatan hormon juga menjadi salah satu angle yang membuat matcha semakin menarik. Bagi perempuan yang memiliki sistem pencernaan sensitif, faktor keasaman juga menjadi pertimbangan, matcha memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah dibandingkan kopi sehingga berpotensi terasa lebih nyaman bagi sebagian orang.
Matcha juga memiliki keunggulan dari sisi kandungan antioksidan, matcha memiliki kandungan antioksidan yang berkaitan dengan proses pengolahan tanaman teh. Berbeda dari teh hijau seduh, matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk daun sehingga karakter nutrisinya juga berbeda. Pada akhirnya, alasan perempuan mulai melirik matcha dibandingkan kopi tidak hanya berkaitan dengan tren atau penampilan minuman yang menarik. Energi yang dianggap lebih stabil, sensasi fokus yang lebih tenang, kandungan antioksidan, serta perhatian terhadap kesehatan pencernaan dan keseimbangan hormon menjadi sejumlah faktor yang membuat matcha semakin populer dalam rutinitas wellness.
Meski demikian, memilih matcha bukan berarti kopi harus sepenuhnya ditinggalkan. Kopi bukan minuman yang secara otomatis buruk bagi kesehatan. Kopi juga mengandung antioksidan dan dapat membantu meningkatkan kewaspadaan serta fungsi kognitif. Karena itu, keputusan mengganti kopi dengan matcha lebih tepat dilihat sebagai pilihan berdasarkan respons tubuh, kebutuhan energi, toleransi kafein, dan pola hidup masing-masing.
| Baca juga: Strawberry Matcha Latte Tren Minuman Kafe |
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....