Cegah Kanker Kulit, Kenali Metode ABCDE dan SAKURI
- 04 Agt 2026 09:31 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Metode ABCDE membantu masyarakat mengenali tanda awal kanker kulit melalui perubahan bentuk, tepi, warna, ukuran, dan perkembangan tahi lalat
- Deteksi dini penting dilakukan agar perubahan pada kulit dapat segera diperiksa dan meningkatkan peluang keberhasilan penanganan.
- Perlindungan dari sinar ultraviolet dan pemeriksaan kulit secara mandiri (SAKURI) menjadi langkah sederhana untuk mencegah kanker kulit berkembang lebih lanjut.
RRI.CO.ID, Palembang - Masyarakat diimbau mengenali tanda awal kanker kulit melalui metode ABCDE sebagai langkah deteksi dini yang mudah dilakukan. Cara tersebut membantu mengenali perubahan pada kulit sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Subspesialis Konsultan Dermatologi Anak, dr. Inda Astri Aryani, mengatakan deteksi dini meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker kulit. Menurutnya, kanker kulit termasuk jenis kanker yang paling mudah dikenali karena perubahan terjadi pada permukaan tubuh.
"Kanker kulit merupakan salah satu kanker yang paling mudah dideteksi karena kulit dapat kita lihat setiap hari," ujarnya dalam Dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Palembang, Jumat, 31 Juli 2026.
Dr. Inda menjelaskan metode ABCDE menjadi panduan sederhana untuk mengenali perubahan yang mencurigakan pada tahi lalat atau bercak kulit. Huruf A berarti Asymmetry, yaitu bentuk tahi lalat tidak simetris antara sisi kanan dan kiri.
Huruf B berarti Border, yaitu tepi tahi lalat tampak tidak rata, bergerigi, atau memiliki batas yang kurang jelas. Sementara huruf C berarti Color, yaitu warna berubah menjadi hitam, cokelat, merah, atau keabu-abuan dalam satu area.
Huruf D berarti Diameter, yaitu ukuran tahi lalat melebihi sekitar setengah sentimeter sehingga perlu mendapat perhatian lebih. Huruf E berarti Evolution, yakni terjadi perubahan ukuran, bentuk, atau warna dalam waktu relatif singkat.
"Jangan menunggu sampai semakin besar karena deteksi dini memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih baik," katanya.
Dr. Inda menegaskan tidak semua tahi lalat merupakan kanker kulit. Namun, setiap perubahan yang mencurigakan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Selain mengenali metode ABCDE, masyarakat juga diimbau melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan tabir surya, topi, payung, dan pakaian tertutup dapat membantu mengurangi risiko kerusakan kulit akibat sinar matahari.
Ia juga mengajak masyarakat rutin melakukan SAKURI atau Periksa Kulit Sendiri untuk mengenali perubahan kulit sejak dini. Langkah sederhana tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga kanker kulit dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....