Reses Dapil II Kota Palembang DPRD Sumsel Soroti Limbah Medis

  • 11 Jul 2026 07:57 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- DPRD Sumsel mengingatkan limbah medis harus dikelolah secara ketat agar tidak membahayakan Kesehatan masyarakat maupun mencemari lingkungan. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Sumsel saat menggelar Reses Daerah Pemilihan II Kota Palembang, Zulfikri Kadir RS Pelabuhan Boom Baru, Kamis 9 Juli 2026.

“Dalam reses ini, kami menyoroti pentingnya pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Seperti darah, jarum suntik bekas, dan limbah infeksius lainnya, yang wajib ditangani sesuai standar pengelolaan yang berlaku,” ujar Zulfikri.

Zulfikri menegaskan pengelolaan limbah rumah sakit harus benar-benar diperhatikan. “Limbah B3 tidak boleh mencemari lingkungan dan harus diolah sesuai ketentuan. Fasilitas pengolahan limbah juga harus berada jauh dari permukiman warga," tegas Zulfikri.

Menurutnya penilaian Kementerian Lingkungan Hidup pada 2025 terdapat 93 perusahaan yang memperoleh rapor merah dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER). Namun, rumah sakit tidak termasuk objek penilaian tersebut karena program lebih difokuskan pada sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

Meski demikian, kata dia, rumah sakit tetap memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan limbah medis tidak menimbulkan pencemaran. Karena itu, limbah medis dimusnahkan sendiri, prosesnya harus menggunakan insinerator dengan suhu sekitar 1.000 derajat Celsius agar limbah berbahaya benar-benar hancur dan tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan.

Sementara itu, Direktur RS Pelabuhan Boom Baru Palembang, dr. Prijo Wahjuana, MARS, memastikan pengelolaan limbah medis di rumah sakitnya dilakukan sesuai prosedur dan tidak menggunakan insinerator milik sendiri. Menurutnya, seluruh limbah B3 diserahkan kepada pihak ketiga yang memiliki izin untuk melakukan pengangkutan dan pemusnahan limbah medis.

"Kami tidak menggunakan insinerator untuk limbah rumah sakit, baik limbah B3 maupun limbah lainnya. Pengelolaannya kami serahkan kepada pihak ketiga yang berwenang," ujarnya.

Prijo juga mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), termasuk dalam pengelolaan sampah domestik rumah sakit. Selain itu, RS Pelabuhan Boom Baru saat ini mulai merintis pembentukan bank sampah sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengelolaan lingkungan. Namun, keterbatasan lahan masih menjadi kendala.

"Kami selalu berkoordinasi dengan DLH, termasuk untuk pengangkutan sampah domestik. Saat ini kami juga mulai membangun bank sampah, hanya saja keterbatasan lahan masih menjadi tantangan," pungkasnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....