Sumsel Catat 217 Kasus Baru HIV/AIDS pada Awal 2026

  • 03 Mei 2026 21:42 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kasus baru HIV/AIDS di Sumatera Selatan masih ditemukan pada awal 2026. Dinas Kesehatan mencatat 217 kasus baru selama triwulan pertama tahun ini.

Jumlah tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Namun, pemerintah menilai angka tersebut belum menunjukkan perubahan signifikan.

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan menyebut penanganan HIV/AIDS masih menghadapi tantangan besar. Salah satu persoalan utama adalah rendahnya deteksi dini.

Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Madya Dinas Kesehatan Sumsel Irma Tiara Rizki menjelaskan kasus HIV menyerupai fenomena gunung es. Banyak kasus diperkirakan belum terdeteksi di masyarakat.

Menurut Irma, data yang tercatat hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya. “Yang terdeteksi hanya sebagian kecil dari kasus sebenarnya,” ujarnya dalam Dialog Palembang Menyapa, Selasa, 28 April 2026.

Pola penularan HIV di Sumatera Selatan kini didominasi hubungan seksual tanpa pengaman. Pergeseran pola terjadi dibanding era 1990-an yang banyak dipicu penggunaan narkoba suntik.

Kelompok usia penderita juga menunjukkan perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Kasus kini ditemukan pada usia remaja hingga kelompok produktif.

Dinas Kesehatan terus memperkuat edukasi dan pemeriksaan kesehatan masyarakat. Screening dilakukan hingga tingkat puskesmas di seluruh kabupaten dan kota.

Upaya tersebut bertujuan mempercepat deteksi dini pada kelompok berisiko. Pemerintah juga memperluas akses layanan pemeriksaan HIV.

Direktur Yayasan Intan Maharani Syahri mengatakan pendampingan komunitas terus dilakukan. Organisasi tersebut aktif mendorong masyarakat berani menjalani tes.

Menurut Syahri, pemeriksaan awal penting untuk mencegah penularan lebih luas. “Kami melakukan screening awal agar masyarakat berani melakukan tes HIV,” tuturnya.

Pemerintah juga memperluas layanan pengobatan antiretroviral atau ARV. Obat kini tersedia hingga tingkat puskesmas untuk memudahkan akses pasien.

Meski layanan terus ditingkatkan, stigma sosial masih menjadi hambatan. Banyak pasien enggan terbuka dan tidak rutin menjalani pengobatan.

Pemerintah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya tes HIV sejak dini. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting menekan penularan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....