Target 2.932 Anak, Program GENTING OKI Masih Lesu

  • 17 Apr 2026 07:40 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKI -Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini tengah berpacu dengan waktu. Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digadang-gadang menjadi senjata utama menurunkan angka stunting, justru menunjukkan realisasi yang masih jauh dari panggang api.

Data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKI mengungkap fakta yang menantang. Pada tahun 2025, realisasi bantuan hanya menyentuh angka 406 penerima, atau 14,71 persen dari target 2.759 orang. Memasuki medio April 2026, tercatat baru 9 orang yang tersentuh bantuan.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum, dan Politik Kabupaten OKI, Iwan Setiawan, mengakui kondisi ini menjadi raport merah yang harus segera dibenahi. “Program GENTING ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Kita harus memastikan intervensi tepat sasaran,” tegas Iwan di Ruang Rapat Bende Seguguk, Kamis, 16 April 2026.

Tahun ini, Pemkab OKI mematok target ambisius yakni menjangkau 2.932 penerima manfaat. Fokus utama diarahkan pada 12.955 keluarga kategori miskin ekstrem (desil 1) yang masuk dalam daftar 24.795 keluarga berisiko stunting di Bumi Bende Seguguk. Iwan menekankan, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tidak bisa ditunda. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk berhenti bekerja secara seremonial dan mulai meningkatkan sinergi nyata di lapangan.

"Rendahnya capaian tahun sebelumnya menjadi evaluasi penting. Kita perlu meningkatkan partisipasi masyarakat sebagai orang tua asuh (OTA). Bantuan tidak hanya soal nutrisi, tapi juga rumah layak huni, air bersih, hingga penguatan ekonomi keluarga," imbuhnya.

Di sisi teknis, Sekretaris Dinas DPPKB OKI, M. Denim Alam Surawijaya, menjelaskan, pihaknya kini mengandalkan transparansi digital melalui Sistem Informasi Peduli GENTING. Sistem ini dirancang untuk memantau aliran bantuan dari pusat hingga ke tingkat desa agar tidak salah sasaran.

“Seluruh proses, mulai dari verifikasi data hingga monitoring, dilakukan secara terintegrasi. Keberhasilan GENTING sangat bergantung pada kolaborasi dan validasi data yang akurat,” ujar Denim.

Kini, tantangan terbesar Pemkab OKI adalah menggerakkan hati para donor dan mitra untuk terlibat aktif sebagai orang tua asuh bagi ribuan balita dan ibu hamil yang tengah berjuang melawan ancaman stunting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....