Psikolog Ajak Remaja Pahami Perbedaan Healing dan Harming
- 08 Agt 2026 10:23 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Healing merupakan proses pemulihan emosional secara sadar.
- Pelarian yang merusak diri tidak menyelesaikan akar persoalan.
- Remaja perlu mengenali emosi dan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan.
RRI.CO.ID, Palembang - Istilah healing semakin populer di kalangan anak muda ketika menghadapi tekanan atau persoalan kehidupan. Namun, Rahayu Mikuati mengingatkan healing tidak sama dengan sekadar mencari pelarian.
Praktisi psikologi pendidikan, perkembangan dan pernikahan tersebut menyampaikan pandangannya dalam Spada Pro 2 RRI Palembang edisi Narkoba, Kamis, 6 Agustus 2026. Menurutnya, healing merupakan proses pemulihan emosional yang membutuhkan kesadaran.
“Healing itu proses pemulihan emosional secara sadar untuk memproses rasa sakit. Proses tersebut dimulai dengan memahami emosi negatif yang sedang dirasakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan healing dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Proses tersebut juga membantu seseorang membangun ketahanan diri atau resiliensi.
“Healing memberikan dampak positif jangka panjang dan bisa menyelesaikan masalah dari akar. Karena itu, pemulihan membutuhkan waktu, proses, serta kesadaran diri, katanya.
Rahayu juga membedakan healing dengan perilaku yang justru merusak diri. Menurutnya, tindakan tersebut tidak menyelesaikan persoalan yang menjadi sumber tekanan.
“Harming hanya memberikan rasa lega sementara atau palsu, bukan penyembuhan. Pelarian semacam itu dapat membuat seseorang semakin sulit menghadapi masalah sebenarnya,” jelasnya.
Karena itu, remaja perlu belajar mengenali emosi sebelum menentukan cara menghadapinya. Mereka juga perlu berani mencari bantuan ketika merasa kesulitan menghadapi persoalan sendiri.
Rahayu mengajak anak muda memilih proses pemulihan yang sehat ketika menghadapi tekanan. Dukungan orang terdekat dapat membantu remaja melewati masalah dengan lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....