Konsumsi Bakso Setiap Hari Memiliki Dampak Negatif untuk Kesehatan
- 18 Mar 2026 11:07 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Bakso, makanan khas Indonesia yang lezat dan populer, telah menjadi bagian dari menu sehari-hari banyak orang. Menurut laman Royal Ole-Ole, bakso tetap menjadi kuliner favorit masyarakat Indonesia di segala suasana.
Namun, di balik kuah gurih dan tekstur kenyalnya, para ahli kesehatan mulai memberikan peringatan serius mengenai risiko kesehatan jika makanan ini dikonsumsi terlalu sering atau dalam jangka panjang. Bakso terbuat dari daging sapi atau ayam yang dihaluskan dan dicampur dengan tepung, kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil dan direbus. Meskipun bakso dapat menjadi sumber protein yang baik, namun konsumsi bakso setiap hari dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan.
Berdasarkan tinjauan medis, setidaknya ada tiga titik kritis yang perlu diwaspadai dari kebiasaan mengonsumsi bakso secara berlebihan:
1.Kandungan Natrium yang Sangat Tinggi
Satu porsi bakso biasanya mengandung kadar garam (natrium) yang cukup tinggi, baik dari adonan dagingnya maupun dari kuahnya yang ditambahi penyedap rasa (MSG).
Dampaknya: Konsumsi natrium berlebih secara terus-menerus dapat memicu hipertensi (tekanan darah tinggi). Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
2.Risiko Zat Aditif dan Pengawet
Meski banyak pedagang yang jujur, penggunaan bahan tambahan pangan seperti pengawet (boraks atau formalin) pada bakso curah masih sering ditemukan di lapangan. Selain itu, penggunaan pewarna pada saus sambal yang tidak standar juga menjadi ancaman tersendiri.
Dampaknya: Zat-zat kimia ini bersifat karsinogenik yang dapat memicu kerusakan organ dalam, terutama hati dan ginjal, serta meningkatkan potensi pertumbuhan sel kanker.
3.Masalah Pencernaan dan Lemak Jenuh
Tekstur bakso yang sangat kenyal terkadang sulit dicerna dengan cepat oleh lambung. Selain itu, campuran lemak hewani (gajih) yang sering disertakan dalam porsi bakso mengandung lemak jenuh tinggi.
Dampaknya: Dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung atau konstipasi, serta memicu kenaikan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....