Bunda Literasi Kota Palembang Dewi Sastrani Ajak Orang Tua Bacakan Cerita 15 Menit

  • 08 Jun 2026 16:18 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Bunda Literasi Kota Palembang Dewi Sastrani mengajak orang tua membacakan cerita kepada anak selama 15 menit setiap hari
  • Dalam rangka HUT Palembang ke-1343, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang menggelar kegiatan BERIAS (Bercerita Dengan Keras)

RRI.CO.ID, Palembang - Meningkatnya ketergantungan anak terhadap gawai dan media sosial mendorong Bunda Literasi Kota Palembang, Dewi Sastrani, mengajak orang tua membiasakan membaca cerita. Kebiasaan tersebut dianjurkan dilakukan selama 15 menit setiap hari untuk memperkuat budaya literasi sejak dini.

Ajakan itu disampaikan saat kegiatan BERIAS atau Bercerita Dengan Keras yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang. Acara berlangsung di Rumah Aspirasi, Jalan Tasik, pada Senin, 8 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kota Palembang ke-1343. Program itu juga menjadi sarana meningkatkan minat baca dan kecintaan anak terhadap buku.

Menurut Dewi, tantangan literasi saat ini bukan lagi keterbatasan akses terhadap bahan bacaan. Perhatian anak-anak justru semakin banyak tersita oleh penggunaan gawai dan media sosial.

Kondisi tersebut membuat anak lebih akrab dengan layar digital dibandingkan buku. Karena itu, keluarga dinilai memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca di rumah.

Dewi menegaskan bahwa kegiatan BERIAS memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar membacakan cerita. "Berias yang kita lakukan hari ini bukan untuk mempercantik wajah, tetapi mempercantik akal budi, memperkaya imajinasi, dan membangun masa depan anak-anak melalui kekuatan cerita," ungkap Dewi.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal berbagai pengetahuan dan nilai kehidupan. Cerita yang disampaikan juga dapat membantu meningkatkan kemampuan berbahasa dan daya imajinasi.

Dewi menilai kebiasaan membaca harus ditanamkan sejak usia dini secara konsisten. Keluarga menjadi lingkungan pertama yang berperan membentuk budaya literasi anak.

Ia menjelaskan bahwa BERIAS merupakan bagian dari upaya memperkuat gerakan literasi di tengah masyarakat. "Anak-anak saat ini sering kali lebih dekat dengan layar digital dibandingkan buku. Karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini," katanya.

Selain orang tua, Dewi mengajak seluruh Bunda Literasi, Dharma Wanita Persatuan, dan guru terlibat aktif. Dukungan berbagai pihak diperlukan agar gerakan literasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, kebiasaan sederhana membacakan cerita dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan anak. Aktivitas tersebut membantu membangun karakter sekaligus mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Dewi mengingatkan bahwa waktu singkat yang diberikan setiap hari akan memberikan manfaat jangka panjang. "Luangkan waktu 15 menit setiap hari untuk membacakan cerita kepada anak. Waktu yang singkat itu akan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan masa depan mereka," tuturnya.

Kepada siswa SD Negeri 23 Palembang yang mengikuti kegiatan tersebut, Dewi juga mengajak mereka gemar membaca. Ia berharap para pelajar terus belajar dan memperluas wawasan melalui buku.

Menurut Dewi, membaca merupakan salah satu cara membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik. "Buku adalah jendela dunia. Rajin membaca akan membuka lebih banyak kesempatan dan pengetahuan untuk meraih cita-cita," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Dewi mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang beserta seluruh pendukung kegiatan. Ia berharap gerakan literasi terus berkembang dan melahirkan generasi Palembang yang cerdas, berkarakter, serta berdaya saing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....