Era Gempuran AI Harus Diimbangi Literasi Digital Masyarakat

  • 16 Apr 2026 08:10 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Akses penggunaan internet di Indonesia meningkat pesat terutama di era Artificial Inttelegent (AI) atau Kecerdasan Buatan. Namun peningkatkan tersebut tidak mengimbangi Indeks Literasi Digital Indonesia yang masuk dalam kategori sedang.

Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Abdul Kohar, mengatakan, gadget yang dimiliki masyarakat sangat mudah mengakses informasi melalui multiplatform. Akses yang sedemikian cepat belum diimbangi dengan literasi.

“Literasi digital yang dimaksud adalah kemampuan membaca teks mana yang good tobe true, seperti kemampuan bertanya yang standar. Sehingga kecurigaan dan penasaran mengalahkan sikap skeptis bahkan diperparah jurnalis yang menyerah dengan gempuran algoritma AI,” katanya di Palembang dalam Insight Talk Volume 3, Cerdas di Era Kecerdasan yang diselenggarakan Kementerian Digital Informasi (Komdigi), Selasa, 14 April 2026.

Menurutnya, sekarang ini banyak konten di berbagai platform media sosial yang mencapai FYP lalu alang, yang menterjemaahkan algoritma. “Jurnalis harusnya bijak menyiasati dengan memberikan masukan yang benar di algoritma AI,” tuturnya.

Insight Talk Volume 3, Cerdas di Era Kecerdasan juga menghadirkan narasumber Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani dan Ketua Komisi Kementerian, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Dewan Pers Rosarita Niken Widiastuti. Kegiatan yang diikuti sejumlah jurnalis di Palembang yang diakhiri dengan workshop interaktif bersama CEO Beranda Teknologi Digital.

Niken turut menjelaskan bahwa AI bukan sekadar tren sementara, melainkan sistem yang akan digunakan dalam jangka panjang. Ia mencontohkan bagaimana teknologi harus disesuaikan dengan sistem yang berlaku di suatu negara, sebagaimana perangkat komunikasi yang tidak bisa digunakan tanpa penyesuaian frekuensi.

“AI sudah masuk ke hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk kesehatan dan teknologi bangunan. Pemanfaatan AI harus dipahami sebagai bagian dari transformasi digital yang menyeluru,” katanya.

Sementara itu, Komdigi menyebut Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) diukur melalui empat pilar utama, yaitu Infrastruktur dan Ekosistem, Literasi Digital, Pemberdayaan, serta Pekerjaan.

Farida mengatakan, IMDI 2022 skor nasional tercatat sebesar 37,80, IMDI terus menunjukkan tren positif. Di 2023, skor melonjak signifikan menjadi 43,18, menandai adanya dampak nyata dari perluasan program literasi digital di berbagai wilayah.

“Pada 2024 skor naik menjadi 43,34, sebuah sinyal bahwa literasi digital makin membaik. Literasi digital ini akan terus digalakan karena berbagai macam trik banyak dilakukan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....