Literasi Digital Cegah Penyebaran Radikalisme di Era Siber

  • 10 Jun 2026 11:50 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Penyebaran paham radikalisme dan terorisme kini semakin memanfaatkan ruang digital yang akrab dengan generasi muda. Media sosial, aplikasi percakapan, hingga platform permainan daring menjadi sarana penyebaran propaganda terselubung.

Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Moderasi Beragama Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 9 Juni 2026. Dialog tersebut mengangkat tema Digital Literacy sebagai Perisai Pemuda terhadap Infiltrasi Radikalisme dan Terorisme di Era Siber.

Anggota Tim Pencegahan Satgaswil Sumatera Selatan Densus 88 Anti Teror Polri, Nicolas Saputra, mengatakan, ancaman tersebut perlu diwaspadai masyarakat. Menurutnya, kelompok radikal memanfaatkan kedekatan emosional dan kesamaan minat untuk menarik calon anggota.

Nicolas menjelaskan proses tersebut sering berawal dari komunikasi biasa melalui permainan daring maupun media sosial. Setelah hubungan terjalin, korban dapat diarahkan masuk ke grup tertentu yang memuat propaganda ekstrem.

Nicolas mengatakan masyarakat perlu lebih bijak dalam bermedia sosial. "Kita tidak perlu takut, tetapi harus berhati-hati dan lebih bijak menggunakan media sosial,” katanya.

Nicolas menambahkan masyarakat perlu memahami empat konsensus dasar negara sebagai pegangan menyaring informasi digital. Konten yang menolak keberagaman, toleransi, serta nilai Pancasila perlu dicermati secara kritis sebelum dipercaya.

Sementara itu, Humas Kampung Literasi 26 Ilir, Suci Puspitasari, menilai rendahnya budaya membaca dapat meningkatkan kerentanan terhadap hoaks. Menurutnya, kemampuan memverifikasi informasi menjadi bagian penting dalam membangun literasi digital masyarakat.

Ia menjelaskan literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca informasi yang diterima dari internet. Literasi juga mencakup kemampuan memahami, memeriksa kebenaran, dan mengomunikasikan informasi secara tepat.

Suci mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di internet. "Jangan malas membaca dan mencari data pendukungnya,” ujar Suci.

Selain meningkatkan kemampuan literasi, Suci menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dinilai dapat menjadi langkah awal mencegah infiltrasi radikalisme di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....