Enam Jemaah Debarkasi Palembang Dirawat di Tanah Suci
- 29 Jun 2025 17:57 WIB
- Palembang
Normal
KBRN, Palembang: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Palembang menyebut hingga kepulangan Kloter 13, enam jemaah masih dirawat di Arab Saudi karena sakit. Kloter 13 tiba di i Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang, Jumat (27/06/2025) malam.
Mereka adalah Sopia Senen Anang (76 tahun) asal Kabupaten OKU dari Kloter 9, Rohaya Syafei (74) asal Ogan Ilir dari Kloter 11, Atik Maryani (48) asal OKI dari Kloter 12, Ngatino Wongso Rejo (84) asal OKI dari Kloter 12, Ibrahim Hosik Ali (70) asal Palembang dari Kloter 13, dan Maimunah Arahman Burlian (67) asal Palembang dari Kloter 13.
“Kita doakan semoga para jemaah yang masih dirawat di rumah sakit segera pulih dan dapat pulang ke Tanah Air bersama kloter-kloter berikutnya,” ungkap Kakanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan selaku Ketua PPIH Debarkasi Palembang, melalui rilis yang diterima rri.co.id, Sabtu (28/6/25).
Syafitri menjelaskan, pada musim haji tahun ini Embarkasi/Debarkasi Palembang memberangkatkan 8.115 jemaah dengan rincian 6.910 asal Sumsel, 1.117 asal Bangka Belitung, dan 88 petugas kloter. Hingga kedatangan Kloter 13 jemaah yang sudah kembali ke Tanah Air berjumlah 4.781 orang dengan rincian 3.661 asal Sumsel, 1.068 asal Bangka Belitung, dan 52 petugas kloter.
“Ada 13 kelompok terbang (kloter) yang sudah kembali ke Indonesia dan masih ada sembilan kloter lagi yang berada di Tanah Suci. Insya Allah kloter terakhir yaitu Kloter 22 akan tiba di Palembang pada 10 Juli mendatang,” jelas Syafitri.
Terkait jumlah jemaah haji Debarkasi Palembang yang wafat hingga kini berjumlah 21 orang. Rinciannya lima dari Bangka Belitung, empat dari OKU Timur, tiga dari Palembang, dua dari OKU, dua dari Banyuasin, dua dari OKI, satu dari Lahat, satu dari Pagaralam, dan satu dari Ogan Ilir.
“Seorang jemaah wafat di pesawat dalam perjalanan pulang, satu wafat kecelakaan lalu lintas, dan 19 orang meninggal karena sakit. Jemaah yang wafat akan mendapatkan asuransi,” sambungnya.
Bagi yang meninggal karena sakit akan mendapatkan asuransi sebesar biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) embarkasi, sedangkan jemaah yang meninggal karena kecelakaan akan mendapatkan asuransi sebesar dua kali Bipih.
“Bagi jemaah yang wafat di pesawat juga akan mendapatkan extra cover dari Saudi Arabia Airlines sebesar Rp130 juta,” jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....